Potretkata.co,BONTANG – Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menegaskan bahwa stimulasi tumbuh kembang juga memiliki peran penting, dalam mendukung perkembangan anak secara optimal.
Menurut Toetoek, orang tua perlu aktif memberikan perhatian kepada anak sejak usia dini melalui berbagai aktivitas yang merangsang perkembangan otak dan kemampuan sosial. Kegiatan sederhana seperti bermain bersama, belajar, berkomunikasi, serta berinteraksi secara rutin dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Ia menjelaskan bahwa stimulasi yang diberikan secara konsisten akan membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir, bahasa, motorik, hingga keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak tidak hanya membutuhkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga perhatian dan stimulasi yang tepat agar tumbuh kembangnya berjalan optimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Toetoek menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, yang tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Keberhasilan program penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah, hingga masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas gizi yang baik, layanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan berbagai program pemerintah, Pemkot Bontang optimistis angka stunting dapat terus ditekan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.
“Melalui pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, lingkungan yang sehat, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin, kita berharap anak-anak di Bontang dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Toetoek.
![]()







