Potretkata.co,BONTANG – Program Smartani Goes to School di Kota Bontang, akan dikembangkan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Hal itu disampaikan Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, saat menjelaskan penerapan pertanian terintegrasi di tiga sekolah percontohan.
Menurut Aznem, pada tahap awal program masih didominasi penanaman menggunakan media polybag. Namun ke depan, sistem akan dikembangkan menuju model pertanian terintegrasi berbasis hidroponik, aeroponik, dan budidaya perikanan.
Di SDN 009 Bontang Utara, untuk programnya diarahkan menjadi model Integrated Mega-Farm karena didukung lahan yang luas. Selain budidaya sayuran, sekolah tersebut akan mengintegrasikan pemeliharaan ikan nila dan lele, serta direncanakan menjadi pusat konservasi dan budidaya lebah kelulut.
“Sementara itu, di SDN 005 Bontang Selatan mengusung konsep Ultra-Urban Vertical Farming. Keterbatasan lahan membuat sekolah memanfaatkan dinding dan ruang vertikal untuk instalasi hidroponik, sehingga area sekolah tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar dan upacara,” jelasnya, Senin (8/6/2026).
Adapun untuk SDN 002 Bontang Barat, menerapkan model Developmental Adaptable Farming. Karena sebagian lahan masih digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, DKP3 menyiapkan instalasi hidroponik dan aeroponik portable yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan pembangunan.
“Perbedaan kondisi fisik sekolah justru menjadi kekuatan program ini. Setiap sekolah dapat mengembangkan model pertanian yang paling sesuai dengan karakteristik lingkungannya,” pungkasnya.
![]()







