BONTANG – Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang menegaskan bahwa program pendidikan kesetaraan yang dibukanya bukan untuk menggantikan sekolah formal, melainkan sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak dapat mengakses pendidikan reguler.
Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, menyampaikan bahwa pihaknya tetap mendorong masyarakat, khususnya usia sekolah, untuk mendaftar ke jalur pendidikan formal. Program kesetaraan lebih diprioritaskan bagi warga yang putus sekolah atau memiliki keterbatasan tertentu.
“Selama usianya masih memenuhi untuk sekolah formal, kami sarankan ke sekolah formal. Kecuali memang tidak memungkinkan atau tidak memilih jalur formal, baru kami fasilitasi di SKB,” ujarnya, Senin (27/04/2026).
Meski demikian, SKB Bontang tetap membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk program paket A setara SD, paket B setara SMP, dan paket C setara SMA. Pendaftaran dibuka mulai 2 Februari hingga 31 Juli 2026.
Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum sempat menempuh pendidikan formal agar tetap bisa memperoleh ijazah dengan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel.
“Program kesetaraan ini kami siapkan untuk menjangkau masyarakat yang putus sekolah atau memiliki keterbatasan waktu,” jelas Hairul.
Dalam proses pendaftaran, calon peserta didik diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan administratif, seperti mengisi formulir, melampirkan fotokopi kartu keluarga, serta dokumen pendukung lainnya. Untuk paket A diperlukan akta kelahiran, sedangkan paket B dan C wajib melampirkan ijazah terakhir.
Selain itu, peserta juga diminta menyiapkan pas foto ukuran 3×4 sebanyak dua lembar dengan latar belakang warna berbeda sesuai jenjang, yakni merah untuk paket A, biru untuk paket B, dan kuning untuk paket C.
Hairul menambahkan, pendaftaran yang dibuka hingga akhir Juli bertujuan memberi ruang bagi masyarakat yang tidak tertampung di sekolah formal.
Dengan program ini, SKB Bontang berharap dapat terus memperluas akses pendidikan dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dasar hingga menengah.
“Ini bagian dari upaya kami mendukung pemerataan pendidikan di Kota Bontang,” pungkasnya.(adv)
![]()







