BONTANG – Status jembatan akses menuju SMP Negeri 5 Bontang hingga kini masih berada dalam skema pinjam pakai dan belum memiliki kejelasan terkait perpanjangan kerja sama secara tertulis.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sari Indrawati, menjelaskan bahwa jembatan tersebut bukan aset milik sekolah, melainkan masih berada di bawah pengelolaan pihak lain, yakni KIE.
“Itu masih milik KIE dan sejauh ini masih pinjam pakai,” ujarnya saat ditemui, Selasa (28/4/2026).
Ia menuturkan, skema pinjam pakai tersebut memiliki masa berlaku tertentu, yakni sekitar empat tahun sekali. Namun dalam praktiknya, evaluasi juga pernah dilakukan dalam rentang dua tahun. Hingga saat ini, belum ada dokumen perpanjangan resmi yang mengikat secara administratif.
Menurutnya, pihak sekolah sudah beberapa kali melakukan koordinasi terkait status jembatan tersebut, termasuk pertemuan dengan pihak terkait di tingkat pemerintah maupun lembaga terkait.
“Terakhir kami pernah bertemu di kantor DPRD dengan pihak KIE untuk pembahasan soal penggunaan dan tindak lanjutnya,” jelasnya.
Jembatan tersebut diketahui menjadi akses penting bagi aktivitas siswa dan guru. Meski demikian, Sari menegaskan bahwa kewenangan keputusan akhir terkait status aset tersebut berada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, sehingga pihak sekolah masih menunggu kepastian lanjutan.
“Untuk sekolah sendiri sifatnya hanya menggunakan, jadi keputusan ada di dinas dan pihak terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut jika pernah ada wacana pembangunan akses jalan baru di area belakang. Namun hal tersebut masih dalam tahap pertimbangan karena jalur tersebut juga digunakan bersama dengan SD Alam, sehingga dikhawatirkan menimbulkan kepadatan saat jam masuk sekolah.
“Pernah ada wacana jalan baru di belakang, tapi karena satu jalur dengan SD Alam, dikhawatirkan macet saat pagi,” pungkasnya.(adv)
![]()






