BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang angkat bicara terkait maraknya pelajar yang terlibat balapan liar.
Termasuk kejadian yang terjadi di kawasan Bontang Kuala saat waktu salat Jumat (24/04/2025) lalu.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan imbauan kepada sekolah agar siswa tidak membawa kendaraan bermotor saat berangkat ke sekolah. Kebijakan tersebut juga sudah diterapkan di lingkungan pendidikan.
Namun demikian, menurutnya, upaya pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan dari orang tua. Terlebih, kejadian balapan liar tersebut berlangsung di luar jam sekolah.
“Kalau hanya pemerintah yang membuat kebijakan tanpa dukungan orang tua, tentu sulit mengontrol anak. Apalagi ini kejadiannya di luar jam sekolah, bahkan saat salat Jumat,” ujarnya.
Ia menyayangkan masih adanya pelajar yang terlibat dalam aksi berbahaya tersebut. Padahal, sebagian besar dari mereka belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), yang berarti belum memenuhi syarat dan pemahaman dalam berkendara di jalan raya. Abdu Safa menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi aktivitas anak, terutama terkait penggunaan kendaraan.
“Anak-anak ini belum punya SIM, artinya belum siap berkendara. Bahkan kita yang sudah dewasa saja kadang masih melakukan kesalahan di jalan,” tambahnya.
Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka demi keselamatan bersama.
“Pengawasan utama tetap di tangan orang tua. Pemerintah hanya bisa menjadi pendukung. Mari sama-sama kita jaga anak-anak kita,” pungkasnya.(adv)
![]()







