BONTANG – Keterbatasan ruang belajar di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang mendorong pihak pengelola menerapkan sistem pembelajaran dengan jadwal terbatas dan pembagian shift. Meski demikian, proses pendidikan tetap berjalan optimal dan setara dengan sekolah formal.
Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya harus mengatur jadwal belajar menjadi tiga hari dalam sepekan, yakni Senin hingga Rabu. Selain itu, pembelajaran juga dibagi ke dalam dua waktu, pagi dan siang, guna mengakomodasi seluruh peserta didik.
“Kalau saat ini kami memang masih kekurangan rombongan belajar, sehingga harus dibuat sistem shift untuk jam belajarnya,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Senin (27/4/2026).
Untuk paket A dan B, kegiatan belajar berlangsung pada pagi hari mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Sementara paket C dijadwalkan pada siang hari, dari pukul 13.00 hingga 16.00.
Hairul menyebutkan, saat ini terdapat enam kelas untuk paket A, tiga kelas paket B, dan tiga kelas paket C. Dengan jumlah tersebut, pengaturan jadwal menjadi solusi agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti pembelajaran secara teratur.
Di tengah keterbatasan tersebut, SKB Bontang tetap menerapkan sistem pembelajaran layaknya sekolah formal. Peserta didik tidak hanya mendaftar untuk mengikuti ujian, tetapi juga diwajibkan mengikuti proses belajar secara terstruktur.
“Sekarang ini sudah tidak seperti dulu. Peserta harus ikut belajar dulu, baru bisa ikut ujian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan, pelaksanaan ujian bagi peserta didik biasanya dilakukan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.
“Dengan pengaturan jadwal dan sistem shift ini, karena kami berupaya memastikan seluruh peserta didik tetap mendapatkan hak belajar secara maksimal, meskipun dengan sarana yang masih terbatas,” tukasnya.(adv)
![]()







