SANGATTA – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi beras menyusul masih lebarnya kesenjangan antara kebutuhan dan hasil produksi daerah.
Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, menyebut kebutuhan beras masyarakat mencapai sekitar 43 ribu ton per tahun. Sementara itu, produksi beras daerah baru berkisar 8 ribu ton per tahun dari sekitar 2.638 hektare lahan sawah yang ada.
Menurut Dyah, kondisi tersebut membuat Kutim masih mengalami defisit sekitar 35 ribu ton beras setiap tahun sehingga peningkatan produksi harus menjadi prioritas pemerintah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Kekurangan hampir 35 ribu ton per tahun dan keterbatasan lahan tentu tidak bisa terus-menerus kita bergantung dari luar daerah. Karena itu, peningkatan produksi harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain menyiapkan perluasan lahan sawah hingga 20 ribu hektare, pemerintah juga fokus pada strategi intensifikasi pertanian yang dinilai mampu memberikan hasil lebih cepat.
“Selain ekstensifikasi, kita juga mendorong intensifikasi, seperti penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, mekanisasi, serta modernisasi dan optimalisasi saluran irigasi agar produktivitas bisa meningkat. Ini langkah yang lebih cepat untuk mendongkrak produksi,” ujarnya.
Upaya lainnya adalah meningkatkan indeks pertanaman agar petani dapat menanam padi lebih dari satu kali dalam setahun melalui perbaikan sistem irigasi dan pengelolaan air.
Pemerintah juga berupaya mengurangi kehilangan hasil pasca panen yang selama ini masih cukup tinggi. Di sisi lain, diversifikasi pangan terus didorong agar ketergantungan masyarakat terhadap beras dapat berkurang.
Saat ini, dengan produktivitas rata-rata 5 ton gabah kering giling per hektar per tahun, Kutim diperkirakan menghasilkan sekitar 13.190 ton gabah atau setara sekitar 8 ribu ton beras. Angka tersebut baru mampu memenuhi sekitar 18 persen dari total kebutuhan daerah sehingga berbagai strategi peningkatan produksi akan terus dioptimalkan secara bertahap.(adv)
![]()






