Potretkata, Bontang – Lonjakan kasus penyakit jantung di Bontang tak hanya memerlukan penanganan medis, tetapi juga pendekatan edukasi bagi para pasien. Di RSUD Taman Husada Bontang, dokter spesialis jantung tak sekadar mengobati, tetapi juga berperan besar dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan dan pengelolaan penyakit jantung.
dr. Suhardi, Sp.JP, spesialis jantung RSUD Taman Husada, menjelaskan bahwa perannya sebagai klinisi bukan hanya merespons keluhan pasien, tetapi juga membantu mereka memahami kondisi kesehatannya.
“Ketika pasien datang dengan keluhan, tentu tugas utama kami adalah mengobati. Tapi di sisi lain, edukasi juga penting. Kami sampaikan bagaimana cara agar penyakitnya tidak bertambah parah,” ujar dr. Suhardi, Rabu (5/3/2025).
Ia menekankan bahwa pasien dengan penyakit jantung, seperti yang mengalami penyempitan pembuluh darah, harus mulai mengatur pola hidupnya. Mereka disarankan tetap bergerak, namun dengan aktivitas fisik ringan, serta menjaga pola makan yang sehat.
“Misalnya, pasien yang sudah ada penyempitan pembuluh darah jantung, dia tetap harus berolahraga, tapi tidak boleh yang berat. Pola makan juga harus diperhatikan, hindari makanan tinggi lemak dan kolesterol,” jelasnya.
Peran edukasi ini menjadi kunci agar pasien tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga turut aktif menjaga kesehatannya. Menurut dr. Suhardi, banyak pasien yang awalnya tidak tahu bahwa gaya hidup mereka memperburuk kondisi jantung.
“Kadang pasien merasa cukup dengan minum obat, padahal kalau pola hidup tidak diubah, penyakitnya bisa makin parah,” tuturnya.
Dengan pendekatan ini, RSUD Taman Husada berharap jumlah kasus penyakit jantung yang parah bisa ditekan. Pasien diharapkan tidak hanya mendapat pengobatan, tetapi juga bekal pengetahuan agar bisa hidup lebih sehat.
“Ini bukan hanya soal mengobati, tapi bagaimana membantu pasien agar tetap sehat ke depannya,” tutup dr. Suhardi. (Adv/Ira)
![]()







