Potretkata.co, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mulai memperkuat pemetaan talenta ASN sebagai langkah strategis menyiapkan regenerasi pejabat secara terencana. Uji kompetensi menjadi salah satu instrumen utama dalam mengidentifikasi potensi aparatur yang dinilai siap mengisi jabatan strategis di masa depan.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa kebutuhan organisasi tidak bisa lagi mengandalkan pola promosi berbasis senioritas. Regenerasi pejabat harus dipersiapkan jauh hari melalui pemetaan kapasitas dan potensi ASN secara sistematis.
“Manajemen talenta harus disiapkan sejak awal. Kita perlu mengetahui siapa saja ASN yang memiliki kesiapan manajerial, teknis, dan kepemimpinan untuk diproyeksikan ke jabatan tertentu,” jelasnya kepada media ini, Sabtu (28/2/2026).
Dalam proses asesmen, tiga dimensi kompetensi menjadi indikator utama, yakni manajerial, sosiokultural, dan teknis. Kompetensi manajerial mengukur kemampuan memimpin tim, mengambil keputusan strategis, serta mengelola sumber daya secara efektif.
Selanjutnya, kompetensi sosiokultural menilai sensitivitas terhadap keberagaman dan kemampuan berinteraksi dalam masyarakat majemuk. Sedangkan kompetensi teknis memastikan penguasaan substansi sesuai bidang kerja.
Standar kompetensi jabatan yang digunakan merujuk pada PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017 sehingga pengukuran dilakukan dengan indikator yang terstruktur dan seragam secara nasional.
Ia bilang, hasil asesmen kemudian diolah menjadi basis data profil kompetensi ASN. Data ini penting untuk memetakan gap kompetensi serta menentukan siapa yang masuk dalam rencana suksesi jabatan. Dengan pendekatan ini, pemerintah daerah memiliki gambaran yang jelas mengenai ketersediaan calon pemimpin birokrasi di masa depan.
“Regenerasi pejabat tidak boleh bersifat mendadak. Harus dipersiapkan melalui sistem yang terukur agar organisasi tetap stabil dan profesional,” tutupnya. (Rae)
![]()







