Potretkata, Bontang – Permintaan perawatan ortodonti di RSUD Taman Husada Bontang semakin meningkat, namun mayoritas pasien yang menjalani pemasangan kawat gigi atau behel bukan lagi sekadar demi estetika.
drg. Winda Futriani, Sp.Ort, spesialis ortodonti RSUD Taman Husada, mengungkapkan bahwa tren perawatan ortodonti di rumah sakit tersebut kini lebih banyak didorong oleh alasan medis dibandingkan alasan penampilan semata.
“Di RSUD Taman Husada, sudah jarang sekali pasien datang hanya untuk alasan estetika. Kebanyakan, setelah diperiksa, ditemukan adanya indikasi medis, meskipun awalnya pasien mengira mereka hanya butuh behel untuk merapikan gigi,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (6/3) 2025).
Ia mencontohkan beberapa kasus di mana pasien datang karena merasa giginya terlihat tidak rapi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata ditemukan masalah serius seperti gigitan yang miring atau keluhan sendi rahang yang berbunyi setiap kali membuka dan menutup mulut.
“Sering kali pasien tidak menyadari kalau ada gangguan fungsional. Mereka baru tahu setelah diperiksa, misalnya relasi gigi atas dan bawah yang tidak sesuai atau adanya bunyi ‘krek’ di rahang saat makan atau berbicara. Itu semua termasuk indikasi medis,” ucapnya.
Menurut drg. Winda, indikasi medis dalam perawatan ortodonti meliputi koreksi gigitan yang salah, mengatasi nyeri sendi rahang, hingga memperbaiki posisi gigi yang berpotensi menyebabkan gangguan fungsi mulut.
Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya kesehatan gigi dan rahang, RSUD Taman Husada Bontang terus memberikan pelayanan ortodonti yang tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga kesehatan pasien secara menyeluruh. (Adv/Ira)
![]()







