SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memperingatkan bahwa masalah keterbatasan lapangan kerja tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, kondisi ini berpotensi memicu masalah sosial dan mendorong sebagian masyarakat terjerumus pada tindakan kriminal.
Novan menekankan, pertumbuhan jumlah penduduk di Samarinda yang tidak diimbangi dengan tersedianya pekerjaan layak dapat menimbulkan tekanan sosial. Jika tidak ditangani sejak awal, tekanan ini berpotensi meningkatkan angka kriminalitas di kota.
“Yang perlu dilakukan pemerintah adalah menciptakan situasi yang membuat orang enggan melakukan kejahatan. Salah satu caranya adalah dengan memastikan tersedianya lapangan kerja,” jelas Novan, Selasa (30/9/2025).
Ia menyoroti kasus pencurian fasilitas publik yang sering terjadi di Samarinda, mulai dari kabel listrik hingga tutup drainase. Novan menilai tindakan-tindakan tersebut erat kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Menurutnya, strategi paling efektif untuk menekan kriminalitas adalah dengan memperluas akses kerja dan peluang usaha. Dengan ekonomi yang lebih stabil, masyarakat memiliki alternatif lain selain melakukan tindakan kriminal.
Meski demikian, Novan menegaskan bahwa angka kriminalitas bukan satu-satunya indikator kualitas sebuah daerah. Yang lebih penting adalah kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mencegah potensi kejahatan sebelum terjadi.
Lebih lanjut, Novan mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah memiliki peran dengan kebijakan penciptaan lapangan kerja, sementara masyarakat juga bisa berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Masyarakat bisa membantu dengan memberi peluang usaha atau pekerjaan bagi mereka yang menganggur di lingkungannya,” tambah Novan.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Novan optimistis potensi tindak kriminal di Samarinda dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





