Samarida – Peningkatan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Samarinda memicu keprihatinan DPRD setempat. Wakil Ketua Komisi IV, Sri Puji Astuti, menilai tren ini menjadi tanda rapuhnya ketahanan keluarga di tengah tekanan ekonomi dan sosial yang kian berat.
Menurut Puji, penanganan KDRT tidak boleh berhenti pada penegakan hukum saja, melainkan harus menyentuh akar persoalan.
“Ini bukan semata perkara hukum, tapi lebih dalam lagi menyangkut lemahnya pembentukan nilai dan ketahanan emosional dalam keluarga,” ujarnya, Jumat (1/82025).
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, DPRD tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Ketahanan Keluarga. Regulasi ini diharapkan dapat memperkuat aspek moral, spiritual, dan ekonomi rumah tangga, sehingga mampu mengurangi potensi kekerasan dan masalah sosial lainnya.
Puji menegaskan, tantangan keluarga di era digital semakin kompleks. Arus informasi yang begitu bebas dan cepat, menurutnya, memerlukan kesiapan mental dan nilai yang kokoh dari setiap anggota keluarga.
“Keluarga harus siap dengan gempuran informasi yang bebas dan tak terbendung. Kalau tidak dibekali nilai dan pemahaman yang kuat, keluarga bisa kehilangan kendali,” tegasnya.
Namun ia mengingatkan, penguatan keluarga tidak bisa hanya mengandalkan payung hukum. Dukungan anggaran dan peran aktif lembaga teknis seperti DP2PA dan DP2KB juga dibutuhkan.
“Sosialisasi dan edukasi butuh pendanaan yang cukup. Kalau hanya mengandalkan inisiatif program tanpa dukungan fiskal, hasilnya tidak akan optimal,” ucapnya.
Puji turut mengkritisi orientasi pembangunan daerah yang menurutnya masih terlalu menitikberatkan pada sektor formal seperti pendidikan dan kesehatan. Padahal, banyak persoalan sosial justru berawal dari lemahnya fungsi keluarga, mulai dari kekerasan, perilaku menyimpang, hingga krisis identitas generasi muda.
“Yang kita perlukan bukan cuma pendekatan reaktif. Tapi kebijakan yang menanamkan kembali nilai-nilai budaya, spiritualitas, dan penguatan karakter keluarga,” tutupnya.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()




