Potretkata, Bontang – Kasus seorang anak SD di Bontang yang menjadi pasien termuda cuci darah di RSUD Taman Husada kembali mengingatkan pentingnya pola makan sehat sejak dini. Kepala Ruangan Dialisis RSUD, Salawati, S.Kep., NS, menyebut kebiasaan mengonsumsi jajanan tidak sehat berpotensi merusak ginjal anak secara perlahan.
Menurutnya, saat ini banyak jajanan anak yang mengandung kadar gula tinggi, garam, serta pengawet berlebih.
“Minuman kemasan, ciki-ciki, dan jajanan instan lainnya memang enak bagi anak-anak, tapi kandungannya bisa memengaruhi kerja ginjal. Jika dikonsumsi terus-menerus, risikonya bukan hanya obesitas, tapi juga gangguan ginjal,” jelas dia, Selasa (18/2/2025).
Ia menambahkan, anak-anak juga rentan terkena infeksi saluran kemih yang, jika dibiarkan, bisa berujung pada kerusakan ginjal. Seperti kasus pasien SD yang kini menjalani dialisis di RSUD Taman Husada, riwayat infeksi tersebut diduga kuat menjadi pemicu utama gangguan ginjalnya.
“Kita sebagai orang tua harus lebih memperhatikan pola makan anak. Sebisa mungkin biasakan mereka makan real food, bukan jajanan tinggi gula atau pengawet,” lanjutnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan ginjal anak harus dimulai sejak dini, tidak hanya dengan memperhatikan pola makan, tetapi juga rutin berolahraga dan memantau jika ada keluhan kesehatan.
Pihaknya mengimbau para orang tua agar lebih peka dan tidak menganggap remeh keluhan anak, seperti demam berulang atau bengkak di tubuh, karena bisa jadi itu merupakan tanda awal gangguan ginjal. (Adv/Ira)
![]()







