TELUK PANDAN — Pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 250 liter per detik di Desa Suka Rahmat, Kecamatan Teluk Pandan, yang dibangun oleh DPUPR Kaltim menjadi angin segar bagi ribuan keluarga di wilayah pesisir Kutai Timur. Namun tantangan berikutnya kini mengemuka, yaitu memastikan keberlanjutan layanan dan distribusi air bersih secara merata.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman datang langsung ke lokasi IPA untuk meninjau progres fisik. Ia tidak hanya memantau struktur bangunan, tetapi juga menekankan pentingnya pemanfaatan optimal fasilitas ini untuk menjawab kebutuhan warga.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Dengan adanya IPA ini, kita berharap masyarakat Teluk Pandan dapat menikmati air bersih yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Ardiansyah didampingi Direktur Utama Perudam Tirta Tuah Benua (TTB) Suparjan, Kepala DPUPR Kutim Joni Setia Abdi, serta perwakilan dari DPUPR Kaltim. IPA yang dibangun dengan kapasitas besar ini diproyeksikan mampu melayani ribuan kepala keluarga.
Suparjan menjelaskan bahwa IPA Teluk Pandan menggunakan teknologi pengolahan air modern yang mampu memenuhi standar kesehatan. Air baku berasal dari sumber air permukaan di sekitar Desa Suka Rahmat. Namun, ia juga memberi catatan bahwa efisiensi pelayanan sangat ditentukan oleh pengelolaan lanjutan dan distribusi.
“Diharapkan dengan beroperasinya IPA ini, masalah kekurangan air bersih yang selama ini dialami oleh masyarakat Teluk Pandan dapat teratasi. Selain itu, ketersediaan air bersih yang memadai juga akan berdampak positif pada sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi di wilayah tersebut,” kata Suparjan.
Kesiapan infrastruktur menjadi satu hal, tetapi operasionalisasi IPA secara penuh, terutama menyangkut distribusi hingga ke rumah tangga, akan menjadi ujian tersendiri. Pengelolaan jaringan pipa, kecepatan penyaluran, serta edukasi warga terhadap penggunaan air secara efisien akan menentukan apakah investasi infrastruktur ini akan benar-benar berdampak luas.
Pemerintah Kabupaten Kutim berencana memperluas pembangunan IPA ke wilayah lain. Namun model keberhasilan Teluk Pandan akan menjadi preseden. Jika distribusi dan pelayanan air berjalan lancar, maka proyek serupa akan memiliki legitimasi yang kuat di mata publik.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()






