SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menekankan pentingnya perguruan tinggi di kota ini menjalin kerja sama yang lebih erat dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menilai koordinasi lintas fakultas dan pemetaan kebutuhan tenaga kerja menjadi kunci agar lulusan tidak sekadar mengantongi ijazah, tetapi memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Perguruan tinggi harus menyiapkan lulusannya sesuai kebutuhan. Jangan hanya fokus pada akademik, tapi juga harus memperhatikan kompetensi yang dibutuhkan di lapangan, baik di sektor swasta maupun pemerintahan,” ujar Novan, Kamis (25/9/2025).
Politikus ini mencontohkan peluang dalam rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) bisa lebih besar jika lulusan memiliki keterampilan relevan dengan formasi yang dibuka. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi penting agar kualitas SDM di Samarinda diakui secara nasional.
Novan juga menekankan perlunya penyesuaian kurikulum kampus berdasarkan proyeksi kebutuhan tenaga kerja lima hingga sepuluh tahun ke depan. “Kalau kita bisa memetakan kebutuhan jangka panjang, lulusan akan lebih mudah terserap di dunia kerja. Jangan sampai banyak sarjana tapi minim peluang kerja,” katanya.
Selain hard skill, soft skill, kemampuan adaptasi, dan keterampilan praktis juga menjadi faktor penentu sukses di dunia kerja. “Dunia kerja saat ini tidak cukup hanya dengan teori. Generasi muda harus mampu beradaptasi dengan teknologi dan tuntutan industri,” jelasnya.
Sebagai langkah nyata, DPRD Samarinda berkomitmen memfasilitasi dialog antara perguruan tinggi, pemerintah kota, dan pelaku usaha agar arah pendidikan selaras dengan kebutuhan pembangunan dan dunia kerja.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





