Potretkata.co, Nunukan – Dewan Presidium Calon Daerah Otonom Baru (CDOB) Kota Sebatik terus mengawal percepatan pembangunan kawasan perbatasan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengajukan permohonan audiensi kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI guna membahas sejumlah isu strategis, terutama kepastian operasional Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik.
Permohonan tersebut dituangkan dalam surat bernomor 070/DP-CDOB/SBT/VII/2026 tertanggal 6 Juli 2026 yang ditujukan kepada Kepala BNPP RI. Dalam surat itu, Presidium CDOB Sebatik menyampaikan keinginan untuk berdialog langsung dengan BNPP guna memperkuat sinergi pembangunan kawasan perbatasan antara pemerintah pusat dan masyarakat Pulau Sebatik.
Beberapa agenda yang diajukan dalam audiensi tersebut meliputi perkembangan target operasional PLBN Sebatik, program peningkatan kawasan ekonomi perbatasan, sinkronisasi pembangunan antara BNPP, kementerian dan lembaga terkait, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Nunukan, hingga dukungan percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sebatik.
Merespons surat tersebut, Kepala PLBN Sebatik melalui Kasubbid PLBN, Maret, mengundang perwakilan Presidium CDOB Sebatik yang terdiri atas Muh. Asman, Syaidinah Hamzah, dan Daud dalam pertemuan di Aula Kantor PLBN Sebatik, Sabtu (18/7/2026).
Maret menjelaskan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara setelah surat audiensi yang dikirim Presidium CDOB Sebatik diterima BNPP RI.
“Kami mendapat arahan dari Kepala PLBN Sebatik yang saat ini sedang berada di luar daerah untuk mengundang teman-teman Presidium CDOB Sebatik terkait surat yang mereka sampaikan ke BNPP RI. Kami ingin memastikan agenda dan substansi yang akan dibahas saat audiensi nanti, khususnya mengenai pengoperasian PLBN Sebatik yang dinilai masyarakat terlalu lama belum beroperasi,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai perpanjangan tangan BNPP di daerah, pihak PLBN perlu mengetahui secara rinci poin-poin yang akan diperjuangkan Presidium CDOB Sebatik saat bertemu dengan pimpinan BNPP RI.
“Kami hanya ingin mengetahui agenda yang akan diperjuangkan. Sebagai perwakilan BNPP di daerah, tentu kami mendukung setiap langkah yang dilakukan teman-teman Presidium untuk kemajuan Sebatik,” katanya.
Namun demikian, Maret mengakui pihaknya belum dapat memastikan kapan PLBN Sebatik mulai beroperasi secara penuh. Saat ini, seluruh proses masih menunggu penyelesaian berbagai aspek teknis dari pemerintah pusat.
“Kami juga belum bisa memastikan kapan PLBN Sebatik beroperasi. Kita masih menunggu seluruh persiapan teknis selesai. Mudah-mudahan bisa segera beroperasi sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Sebatik,” harapnya.
Sementara itu, perwakilan Presidium CDOB Sebatik, Muh. Asman, mengatakan surat permohonan audiensi yang dikirim pada 6 Juli 2026 telah mendapat respons positif dari BNPP RI. Bahkan, surat tersebut telah memasuki tahap disposisi sejak 8 Juli 2026.
“Alhamdulillah surat audiensi yang kami kirim sudah direspons oleh BNPP RI. Saat ini kami tinggal menunggu jadwal resmi audiensi. Surat tersebut sudah didisposisi pada 8 Juli 2026,” jelas Asman.
Dalam pertemuan itu, Asman mengungkapkan masih ada kekecewaan yang dirasakan masyarakat Sebatik karena hingga kini belum ada kepastian mengenai pengoperasian PLBN Sebatik. Padahal, fasilitas tersebut telah diresmikan sejak 2024 dan diharapkan menjadi pintu penggerak ekonomi kawasan perbatasan.
“Teman-teman tadi kembali mempertanyakan kepastian operasional PLBN Sebatik, tetapi belum ada jawaban pasti. Kalau dihitung, sudah hampir dua tahun masyarakat menunggu sejak diresmikan, namun sampai sekarang belum ada kepastian kapan benar-benar beroperasi. Kami berharap pemerintah pusat segera memberikan kejelasan karena keberadaan PLBN sangat dinantikan masyarakat,” tegas Asman.
![]()







