SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Perum Bulog bersiap memperkuat infrastruktur logistik pangan melalui pembangunan gudang penyimpanan hasil pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas fluktuasi harga yang selama ini dirasakan petani ketika panen raya.
Pembangunan gudang mendapat lampu hijau setelah DPRD Kutim menyetujui hibah lahan seluas tiga hektare dalam Rapat Paripurna ke-XIX yang berlangsung di Sangatta. Lokasi pembangunan berada di Jalan Soekarno-Hatta, Sangatta Utara.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan gudang Bulog akan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan pasar hasil pertanian. Selama ini, petani kerap terpaksa menjual hasil panen dengan harga murah karena khawatir komoditas yang dipanen mengalami kerusakan apabila terlalu lama disimpan.
“Harga bisa lebih stabil dan hasil jerih payah mereka tetap bernilai,” kata Ardiansyah saat menjelaskan manfaat pembangunan gudang tersebut.
Menurutnya, Bulog memiliki peran strategis dalam menyerap gabah petani sehingga mereka tidak hanya bergantung pada mekanisme pasar bebas. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan harga ketika produksi meningkat.
Dalam praktik perdagangan hasil pertanian, petani sering berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Saat panen raya berlangsung, melimpahnya pasokan membuat harga turun sehingga keuntungan yang diterima petani ikut berkurang. Kehadiran gudang Bulog dipandang dapat menjadi penyeimbang karena tersedia saluran penjualan tambahan yang lebih terukur.
Gudang tersebut juga akan mendukung penyerapan hasil pertanian lokal secara lebih optimal. Dengan tersedianya fasilitas penyimpanan, distribusi hasil panen dapat diatur secara bertahap sehingga stok pangan tetap terjaga.
Selain memberikan manfaat bagi petani, pembangunan gudang diproyeksikan memperkuat sistem distribusi pangan di Kutim. Pengelolaan logistik yang lebih baik diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga bagi masyarakat.
Program pembangunan ini merupakan bagian dari agenda nasional Bulog yang membangun 100 infrastruktur pascapanen di berbagai wilayah potensial. Seluruh biaya pembangunan akan ditanggung Bulog, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan melalui mekanisme hibah.
Keberadaan gudang nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan logistik pertanian yang mendukung peningkatan daya saing sektor pertanian Kutim dalam jangka panjang.(adv)
![]()







