Potretkata.co,BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, memutakhirkan program ‘Smartani Goes to School’, melalui Forum Focus Group Discussion (FGD), yang digelar di Aula UPT Balai Benih Ikan (BBI), Tanjung Laut Indah.
FGD yang berlangsung selama 4,5 jam, menghasilkan kesepakatan pengembangan program bertema “Pengembangan Model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam Pengelolaan Program Pertanian Terintegrasi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Siswa Sekolah Dasar.”
Kegiatan tersebut melibatkan unsur pentahelix, mulai dari jajaran DKP3, kepala sekolah dasar negeri, hingga pendamping lapangan. Tiga sekolah percontohan yang terlibat yakni SDN 009 Bontang Utara, SDN 005 Bontang Selatan, dan SDN 002 Bontang Barat.
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan program ini lahir dari kebutuhan memperkuat ketahanan pangan keluarga, di tengah tingginya ketergantungan Bontang terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Menurutnya, Smartani Goes to School difokuskan pada lima aspek utama, yakni membangun budaya pertanian sejak dini, meningkatkan kemandirian pangan keluarga melalui konsep “One Student, One Polybag”, mendukung pencegahan stunting, mengoptimalkan lahan sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), serta mengembangkan budidaya yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
“Program ini tidak hanya mengajarkan teknik bercocok tanam, tetapi juga membangun karakter mandiri, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran pentingnya ketahanan pangan sejak usia sekolah dasar,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Melalui pemutakhiran program tersebut, DKP3 berharap Smartani Goes to School dapat menjadi model pendidikan berbasis pertanian, yang mampu mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak di Kota Bontang.
![]()







