BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mulai mendorong penguatan kegiatan Palang Merah Indonesia (PMI) di lingkungan sekolah agar tidak sekadar menjadi ekstrakurikuler biasa, tetapi berkembang menjadi agenda rutin yang terstruktur.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa selama ini kegiatan PMI melalui Palang Merah Remaja (PMR) sudah berjalan di sejumlah sekolah.
Namun, pelaksanaannya dinilai belum merata dan belum memiliki pola kegiatan yang berkelanjutan.
Karena itu, pihaknya mengusulkan agar aktivitas PMI di sekolah dapat dijadwalkan secara rutin, termasuk melalui pelaksanaan lomba antar sekolah secara berkala.
Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan partisipasi sekaligus menjaga konsistensi kegiatan siswa.
“Kalau dibuat rutin, misalnya ada agenda bulanan atau lomba antar sekolah, itu bisa memicu semangat siswa untuk terus aktif,” ujarnya.
Ia menambahkan, bentuk lomba yang dikembangkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berbasis keterampilan. Misalnya, simulasi penanganan pertolongan pertama, praktik resusitasi jantung paru (CPR), hingga evakuasi korban dalam kondisi darurat.
Selain itu, Disdikbud juga melihat peluang kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah Bontang. Kegiatan yang sering digelar seperti lomba Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), simulasi tanggap darurat, hingga pelatihan penanganan kecelakaan dinilai relevan untuk diikuti oleh siswa, khususnya anggota PMR.
“Perusahaan di Bontang juga sering mengadakan kegiatan terkait keselamatan. Ini bisa dimanfaatkan sekolah agar siswa punya pengalaman lebih luas,” tambahnya.
Ia menilai, selama ini kegiatan yang bersifat insidental cenderung membuat partisipasi siswa tidak stabil.
Dengan adanya agenda tetap, sekolah memiliki acuan dalam menjalankan program, sementara siswa memiliki ruang untuk terus mengembangkan kemampuan.
Selain itu, kegiatan yang terjadwal juga memudahkan pembinaan dari pihak sekolah maupun instansi terkait. Disdikbud pun membuka peluang kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan PMI di sekolah dapat berjalan lebih optimal.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat posisi PMI sebagai salah satu kegiatan unggulan di sekolah, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aktif dan produktif di luar jam pelajaran utama.
“Kalau kegiatannya konsisten, dampaknya juga akan lebih terasa, baik bagi siswa maupun sekolah,” pungkasnya.(adv)
![]()







