Kukar – Pemerintah Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, terus mengupayakan peningkatan kualitas hidup warganya melalui pembangunan infrastruktur dasar. Tahun ini, perhatian utama diarahkan pada perbaikan jalan desa yang menjadi akses vital bagi mobilitas warga sehari-hari.
Kepala Desa Kahala, Mahlan, menyebut dua titik jalan dalam wilayahnya telah menjadi prioritas utama untuk dibenahi. Salah satunya adalah jalan poros penghubung antar desa yang menjadi jalur utama ke Desa Tuana Tuha. “Termasuk jalan kita, jalan poros menuju desa tetangga, itu sangat penting bagi mobilitas warga,” ujarnya, Kamis (03/07/2025).
Kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat. Selain menghambat aktivitas harian, kondisi ini juga berdampak pada kelancaran distribusi hasil pertanian dan usaha kecil warga. “Kalau hujan turun, sulit dilalui. Apalagi anak-anak sekolah dan petani yang harus bolak-balik,” terang Mahlan.
Menyadari pentingnya akses yang layak, pemerintah desa telah menyampaikan usulan perbaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga tingkat kabupaten. Harapannya, proyek ini dapat segera diakomodasi dalam alokasi anggaran kabupaten. “Sudah masuk kemarin ke pemerintah daerah,” katanya.
Meski begitu, Mahlan mengaku pihaknya belum mendapat kejelasan tentang waktu realisasi perbaikan. Ia memahami bahwa dinamika anggaran di tingkat nasional, terutama dengan adanya penyesuaian kebijakan baru, bisa memengaruhi rencana pembangunan di daerah.
“Kan kita dengar ada efisiensi anggaran. Jadi belum tahu pasti soal dananya,” jelasnya. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan tekad Pemdes Kahala untuk terus memperjuangkan hak dasar masyarakat.
Mahlan menegaskan, infrastruktur jalan bukan hanya persoalan fisik, tetapi menyangkut semangat kemajuan desa dan kesejahteraan bersama. “Kami tetap semangat. Kami ingin warga punya akses jalan yang layak, karena ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi desa,” tuturnya.
Pemerintah desa juga aktif menjalin komunikasi dengan para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan dan kabupaten agar aspirasi warga tidak terhenti.Langkah ini diambil agar proses pembangunan tetap bergerak, meskipun di tengah tantangan fiskal.
“Kita upayakan terus. Mudah-mudahan, dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, rencana ini bisa terwujud,” harap Mahlan. (Adv)
![]()






