Samarinda – Beberapa waktu yang lalu, DPRD Kota Samarinda menerima kunjungan kerja dari Komisi II DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1, Kantor DPRD Kota Samarinda.
Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00 Wita ini membahas dua isu strategis, yakni proses pengawasan terhadap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Samarinda dan upaya sinergi antara DPRD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjaga kualitas serta ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir para anggota DPRD Kukar, Ketua Komisi I dan Ketua Komisi II DPRD Kukar beserta jajarannya, serta Tenaga Pakar Komisi II DPRD Kota Samarinda.
Misirah, selaku Tenaga Pakar Komisi II DPRD Kota Samarinda, menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini berangkat dari persoalan kelangkaan BBM yang sebelumnya sempat terjadi di wilayah Kutai Kartanegara. Namun demikian, menurutnya, situasi di lapangan saat ini telah kembali normal.
“Tadi itu kan kunjungan kerja dari DPRD Kutai Kartanegara. Yang hadir itu Ketua Komisi I dan Ketua Komisi II beserta anggota Komisi II, yaitu terkait kelangkaan BBM di Kutai Kartanegara. Nah, tadi setelah sampai di sini, ternyata ini sudah lewat, gitu—sudah normal lagi,” jelas Misirah.
Dalam sesi diskusi, pihak DPRD Kota Samarinda juga menyampaikan beberapa masukan strategis kepada rombongan tamu. Di antaranya terkait penguatan fungsi pengawasan legislatif dan pentingnya koordinasi aktif antara DPRD dan dinas teknis, seperti Dinas Perdagangan bagian ekonomi.
“Karena anggota dewan itu punya fungsi pengawasan, ya—terutama pengawasan yang ada hubungannya dengan kelangkaan ini. Ini tetap terus berkoordinasi dengan OPD terkait. Kalau ada laporan dari masyarakat—ada terjadi kelangkaan lagi—tinggal memanggil dinas-dinas yang terkait. Itu diajak hearing atau langsung DPA, langsung sidak ke km masyarakat, juga bisa langsung ke lapangan,” tambah Misirah.
Saat ditanya mengenai kondisi BBM di Samarinda saat ini, Misirah menegaskan bahwa tidak ada laporan keluhan dari masyarakat.
“Ya, ini aman kayaknya. Soalnya tidak ada keluhan dari masyarakat. Ya, kalau tidak aman, saya kan sering turun ke masyarakat. Pasti ada keluhan dari masyarakat. Tapi selama ini kayaknya aman-aman saja,” ujarnya.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen DPRD Kota Samarinda untuk terus memperkuat kerja sama antarlembaga legislatif di wilayah Kalimantan Timur demi memastikan pelayanan publik dan distribusi energi berjalan optimal.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





