Potretkata.co,BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bontang, menggelar rapat koordinasi teknis dan pembahasan verifikasi Data Lahan Baku Sawah (LBS), sebagai upaya menyelaraskan data antarinstansi guna mendukung perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan perlindungan lahan pertanian.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat DPUPR Kota Bontang itu dihadiri perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta jajaran Bidang Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) DPUPR Kota Bontang.
Rapat tersebut difokuskan pada penyelarasan data dan informasi lahan baku sawah, yang tersebar di sejumlah instansi. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh data yang digunakan dalam perencanaan pembangunan, memiliki kesesuaian dengan kondisi aktual di lapangan.
Dalam pembahasan, peserta rapat melakukan pencermatan terhadap data spasial maupun administrasi lahan. Proses verifikasi dilakukan dengan membandingkan data yang dimiliki, masing-masing instansi guna mengidentifikasi perbedaan, memperbaiki ketidaksesuaian, dan memastikan validitas informasi yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) DPUPR Bontang, Robysai Manassa Malisa menjelaskan bahwa verifikasi data lahan baku sawah merupakan tahapan penting dalam mewujudkan kebijakan tata ruang yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, data yang valid akan menjadi fondasi dalam berbagai proses perencanaan pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang, perlindungan kawasan pertanian, serta pengendalian alih fungsi lahan.
“Verifikasi data lahan baku sawah sangat penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu diperlukan koordinasi dan sinkronisasi data antara pemerintah daerah, BPN, dan instansi terkait,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, Robysai turut menambahkan juga bahwa keberadaan data lahan baku sawah yang akurat tidak hanya mendukung penyusunan dokumen tata ruang, tetapi juga menjadi acuan dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian yang masih tersedia di Kota Bontang.
![]()







