BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan fungsi dari program Kartu Bontang Pintar (KBP) tetap berjalan meski skema program tidak direalisasikan dalam bentuk kartu.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menjelaskan bahwa setelah melalui proses evaluasi, program KBP tidak dapat dijalankan dalam bentuk awal karena berpotensi menimbulkan tumpang tindih anggaran dengan program bantuan pendidikan lainnya.
Namun demikian, substansi dari program tersebut tetap dilaksanakan melalui pemberian bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa.
“Dalam undang-undang, jika fungsinya sama, tidak boleh dijalankan dua kali. Itu namanya dobel anggaran,” ujarnya.
Menurut Neni, KBP pada dasarnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan penunjang pendidikan siswa, seperti seragam, sepatu, tas, dan perlengkapan sekolah lainnya. Kebutuhan tersebut saat ini telah dipenuhi melalui program bantuan langsung yang sudah berjalan di Kota Bontang.
Ia menegaskan, program pemberian perlengkapan sekolah gratis bahkan telah direalisasikan sejak awal masa jabatannya, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung dunia pendidikan.
“Peruntukannya sama, yaitu untuk kebutuhan sekolah. Dan itu sudah kita jalankan lebih dulu melalui bantuan langsung,” jelasnya.
Selain bantuan dalam bentuk barang, pemerintah juga memberikan bantuan tunai kepada siswa dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari upaya meringankan beban biaya pendidikan.
Neni menyebut, jika dihitung secara keseluruhan, nilai bantuan yang diberikan Pemkot Bontang saat ini bahkan melampaui skema bantuan pendidikan nasional seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“KIP itu sekitar Rp300 ribu sampai Rp350 ribu per tahun. Sementara yang kita berikan bisa lebih dari itu, bahkan mendekati Rp1 juta per siswa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan pihaknya akan terus mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan program pendidikan tetap menjadi prioritas.
“Kami mengikuti arahan wali kota dan tetap memprioritaskan program pendidikan agar berjalan optimal,” pungkasnya.(adv)
![]()







