Potretkata.co, Bontang – Sebanyak 350 personel Yonarhanud 7/ABC terus dimatangkan menjelang pelaksanaan latihan pratugas sebagai bekal sebelum diberangkatkan dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Malaysia. Kesiapan tersebut dipastikan melalui Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiapops) yang dipimpin Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh personel, materiil, perlengkapan, hingga kondisi kesehatan prajurit berada dalam kondisi optimal sebelum memasuki tahapan latihan pratugas.
Sebanyak 350 personel yang dipersiapkan akan menjalankan tugas pengamanan di wilayah perbatasan RI–Malaysia setelah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan dan pembekalan sesuai standar yang ditetapkan TNI Angkatan Darat.
Dalam kegiatan itu, Pangdam VI/Mulawarman didampingi sejumlah pejabat utama Kodam VI/Mulawarman, di antaranya Asops Kasdam VI/Mulawarman, Aspers Kasdam VI/Mulawarman, Aslog Kasdam VI/Mulawarman, Danpomdam VI/Mulawarman, Kabekangdam VI/Mulawarman, Kakesdam VI/Mulawarman, Kapaldam VI/Mulawarman, Kakomlekdam VI/Mulawarman, Katopdam VI/Mulawarman, dan Kakumdam VI/Mulawarman.
Selain mengecek kesiapan personel dan perlengkapan, Pangdam juga memberikan arahan kepada seluruh prajurit agar senantiasa menjaga keimanan, kesehatan, disiplin, serta soliditas selama menjalankan penugasan di wilayah perbatasan.
Pangdam menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik TNI, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di daerah penugasan.
“Laksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, utamakan faktor keamanan personel maupun materiil, jaga soliditas, serta hindari segala bentuk pelanggaran. Jadikan penugasan ini sebagai kehormatan dan wujud pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara,” tegas Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Krido Pramono.
Sementara itu, Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Letkol Arh Bayu Adiwisuda, mengatakan seluruh personel yang akan diberangkatkan terus menjalani setiap tahapan persiapan secara intensif agar mampu melaksanakan tugas dengan profesional saat berada di wilayah perbatasan.
“Sebanyak 350 personel yang kami siapkan saat ini mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dan latihan sesuai standar. Kami ingin memastikan setiap prajurit berangkat dalam kondisi siap, baik dari sisi fisik, mental, kemampuan, maupun kelengkapan materiil sehingga mampu menjalankan tugas negara dengan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain kesiapan fisik dan perlengkapan, pembinaan mental, disiplin, serta kemampuan beradaptasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembekalan menjelang penugasan.
Menurutnya, keberhasilan Satgas Pamtas tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga dari profesionalisme prajurit dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga keamanan perbatasan, serta membawa nama baik satuan dan TNI selama menjalankan amanah negara.
![]()







