SANGATTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kutai Timur terus memantau distribusi bantuan pendidikan bagi anak yatim piatu, dengan target menjangkau 1.000 penerima. Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, penyerahan simbolik telah dilakukan kepada 18 anak dari 18 kecamatan oleh Ketua BAZNAS Kutim KH Masnip Sofwan bersama Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman.
Program yang digelontorkan dengan anggaran Rp1 miliar ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu di jenjang sekolah dasar. Hingga saat ini, 707 rekening penerima dari 14 kecamatan telah terisi, sementara empat kecamatan lainnya, yaitu Batu Ampar, Telen, Rantau Pulung, dan Kaubun, masih dalam proses verifikasi.
Ketua BAZNAS Kutim, Masnip Sofwan, menegaskan bahwa batas angka 1.000 bukanlah pembatas mutlak. “Jumlah penerima sesuai rencana program 1.000 anak. Apabila nantinya melebihi target tersebut, tetap akan kami proses. Komitmen kami adalah memastikan bantuan sampai kepada yang berhak,” ujarnya.
Rincian penerima mencerminkan penyebaran yang luas. Sangatta Utara tercatat paling tinggi dengan 169 anak, diikuti Sangatta Selatan (102 anak), Bengalon (91 anak), hingga Busang dengan enam anak.
Santunan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. BAZNAS Kutim menempatkannya sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan akses pendidikan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua. Dana yang dikucurkan menyasar langsung kebutuhan dasar mereka untuk tetap bersekolah.
Apresiasi datang dari Bupati Kutim H Ardiansyah Sulaiman yang menilai inisiatif tersebut membawa nilai lebih dari sekadar nominal. “Kami sangat menghargai langkah BAZNAS dalam mendukung pendidikan anak-anak yatim piatu. Ini bukti bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat bisa menghadirkan manfaat nyata bagi generasi penerus,” katanya.
Dengan pelibatan lintas wilayah dan pengawasan ketat terhadap data, program ini memperlihatkan keseriusan BAZNAS Kutim dalam menjalankan amanah zakat secara bertanggung jawab. Di tengah peringatan Maulid Nabi, bantuan pendidikan ini menjadi refleksi konkret dari semangat kepedulian sosial yang berorientasi pada masa depan.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()






