Potretkata, Bontang – Banyak pasien jantung yang sudah menjalani pemasangan ring justru membatasi aktivitas mereka karena takut membahayakan jantung. Namun, hal ini dibantah oleh dr. Suhardi, Sp.JP, spesialis jantung RSUD Taman Husada Bontang.
Menurutnya, setelah pemasangan ring, pembuluh darah di jantung sudah kembali lancar. Artinya, pasien bisa kembali beraktivitas seperti orang sehat, termasuk berolahraga.
“Pasien yang sudah pasang ring justru harus aktif bergerak. Jangan dikira harus istirahat terus. Aliran darah sudah normal, jadi olahraga seperti jalan kaki atau berenang boleh dilakukan,” jelasnya.
dr. Suhardi menegaskan, gaya hidup pasif setelah pemasangan ring bisa meningkatkan risiko penyumbatan ulang. Kurangnya aktivitas menyebabkan aliran darah melambat, memicu penumpukan kolesterol.
“Kalau setelah pasang ring malah malas gerak, itu justru berisiko. Bisa terjadi penyumbatan baru. Jadi, geraklah seperti biasa, layaknya orang normal,” ujarnya.
Untuk olahraga, pasien disarankan memulai dengan jalan kaki secara rutin, sekitar 5.000 hingga 6.000 langkah sehari. Seiring waktu, mereka bisa meningkatkan intensitas sesuai kemampuan tubuh masing-masing.
“Bahkan berenang juga bagus, asal sudah dalam kondisi stabil. Yang penting, jangan takut berolahraga karena tubuh justru butuh gerak,” katanya.
Pesan penting dari dr. Suhardi adalah menjaga keseimbangan antara aktivitas fisik dan pola makan sehat. Pasien jantung, baik yang sedang dalam pengobatan maupun yang sudah pasang ring, harus tetap aktif untuk menjaga kesehatan jantung mereka.
Dengan demikian, mitos bahwa pasien pasca-pemasangan ring harus membatasi aktivitas mereka perlu diluruskan. Olahraga yang teratur dan gaya hidup sehat menjadi kunci utama mencegah penyumbatan ulang. (Adv/Ira)
![]()







