SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti lemahnya pengawasan media oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), terutama terkait perlindungan anak dari potensi Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO).
Hal itu ia sampaikan dalam wawancara pada Jumat (16/5/2025), menanggapi meningkatnya kekhawatiran terhadap konten digital yang merugikan anak.
Sri Puji mempertanyakan sejauh mana KPI telah menjalankan tugasnya dalam memastikan keamanan konten penyiaran, termasuk iklan dan penggunaan gadget di lingkungan keluarga.
“Kita sudah punya KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), apa itu sudah bergerak? Iklan kita apakah sudah aman? Apakah gadget aman, tidak kan?” ujarnya retoris.
Ia juga menegaskan bahwa kerja KPI seharusnya tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan atau pusat, namun juga menjangkau daerah-daerah pelosok.
“Nah itu yang harus jalan dari KPI. Harus sampai ke pelosok, jangan hanya di pusat,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan pengawasan di era digital semakin kompleks, mengingat arus konten daring yang sangat cepat dan masif. Maka, dibutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dari lembaga penyiaran untuk menjawab dinamika ini.
Di sisi lain, Sri Puji juga menekankan bahwa perlindungan anak dari bahaya konten digital tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau lembaga pengawas. Peran keluarga tetap menjadi fondasi utama.
“Sebenarnya gak apa apa televisi dan gadget ada di rumah gadget, tapi bagaimana cara kita mengaturnya, mendisiplinkan anak,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab dalam membangun kedisiplinan menggunakan media digital harus dimiliki bersama, bukan hanya oleh anak-anak.
“Disiplin juga bukan hanya dari anak tapi kewajiban disiplin bagi orang tua dan orang dewasa,” tuturnya.
Melalui pernyataan tersebut, Sri Puji mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan komunitas guna menciptakan ekosistem digital yang aman dan ramah anak.
Ia berharap upaya bersama ini bisa mencegah KBGO sejak dini dan mendukung tumbuh kembang anak dalam lingkungan yang lebih terlindungi.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





