SAMARINDA – SMP Negeri 24 di Jalan Suryanata kembali terendam banjir akibat hujan deras. Banjir yang kerap melanda sekolah di Samarinda kembali menjadi sorotan, hal ini menunjukkan bahwa persoalan banjir di fasilitas pendidikan masih belum tuntas.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mengatakan kejadian ini bukan yang pertama. Banjir rutin terjadi setiap hujan lebat, meskipun anggaran penanggulangan banjir di kota ini tergolong besar dan menjadi program prioritas.
“Seharusnya tidak ada lagi sekolah yang terendam banjir. Dengan anggaran sebesar itu, mestinya dampak banjir bisa dikurangi atau diminimalisir,” tegas Anhar, Rabu, (24/9/2025).
Politikus DPRD ini mendesak pemerintah kota segera mengambil langkah nyata untuk menangani banjir, tanpa menunda penyelesaian persoalan yang sudah lama terjadi. Menurutnya, banjir di sekolah bukan sekadar catatan rutin, melainkan masalah serius yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
“DPRD akan terus mengawal supaya siswa bisa belajar dengan nyaman tanpa khawatir terkena banjir,” ujar Anhar.
Ia juga menyoroti efektivitas pemanfaatan anggaran penanggulangan banjir yang selama ini dinilai belum optimal. Anhar menekankan perlunya evaluasi dan strategi lebih matang agar anggaran benar-benar berdampak di lapangan.
“Kami minta pemerintah melibatkan pihak sekolah dan masyarakat dalam merancang solusi preventif, seperti perbaikan drainase dan sistem peringatan dini,” tandasnya.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





