Sangatta – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Rizali Hadi, memberikan tanggapannya terkait arah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045.
Dalam keterangannya yang disampaikan di Rizali menegaskan bahwa dokumen strategis tersebut menjadi pedoman utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berorientasi pada teknologi.
“Arah RPJPD 2025-2045 sudah disusun dengan mempertimbangkan berbagai tantangan masa depan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Fokus utama kita adalah menciptakan pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis transformasi digital,” kata Rizali.
Rizali juga menjelaskan bahwa visi utama RPJPD adalah menjadikan Kutai Timur sebagai kota yang tangguh, inovatif, dan inklusif dalam 20 tahun mendatang.
Menurutnya, visi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjawab tantangan modern, seperti urbanisasi, perubahan iklim, dan perkembangan teknologi.
“Kutai Timur harus menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya. Ini mencakup infrastruktur, layanan publik, hingga keadilan sosial,” ujar Rizali.
Di samping itu, Ia menambahkan bahwa RPJPD juga selaras dengan visi pembangunan nasional, terutama dalam mendukung Indonesia Emas 2045.
“Kami memastikan bahwa program-program yang direncanakan tidak hanya fokus pada Kutai Timur, tetapi juga sebagai pusat penggerak pembangunan nasional,” jelasnya.
Salah satu prioritas utama dalam RPJPD adalah transformasi digital. Rizali menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.
“Kita ingin memastikan Kutai Timur menjadi smart city yang mampu memberikan pelayanan cepat, transparan, dan efisien. Digitalisasi adalah kunci untuk mencapainya,” kata Rizali.
Ia juga mengungkapkan rencana penguatan infrastruktur teknologi informasi dan pelatihan sumber daya manusia agar masyarakat siap menghadapi era digital.
Selain teknologi, Rizali menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan sebagai arah strategis RPJPD. Ia menyebutkan bahwa pengurangan emisi karbon, pengelolaan limbah, dan peningkatan ruang hijau menjadi fokus utama dalam bidang lingkungan hidup.
“Keberlanjutan lingkungan adalah salah satu aspek yang tidak bisa diabaikan. Kita ingin memastikan bahwa pembangunan fisik yang dilakukan tidak merusak ekosistem alam,” tegasnya.
Ia pun menekankan bahwa keberhasilan RPJPD memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ia juga membuka ruang diskusi untuk memastikan bahwa dokumen ini mencerminkan kebutuhan dan harapan semua pihak.
“RPJPD bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga milik masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif dari semua elemen sangat diperlukan untuk mewujudkan visi bersama,” tutupnya.
Melalui arah RPJPD yang terencana, Rizali optimistis bahwa Kutai Timur menghadapi tantangan masa depan dengan lebih siap dan adaptif, membawa kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya.
![]()







