KUTAI KARTANEGARA – Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono Kasnu, menegaskan pentingnya peran guru mengaji dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda sejak usia dini. Hal itu disampaikannya saat membuka Sertifikasi Guru Mengaji Kabupaten Kukar Tahun 2026, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Sunggono, pendidikan Al-Qur’an tidak hanya bertujuan mengajarkan kemampuan membaca dan menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kehidupan, kedisiplinan, kejujuran, serta rasa hormat kepada orang tua, guru, dan sesama.
Ia menilai guru mengaji memiliki posisi penting dalam proses pembentukan karakter tersebut karena berinteraksi langsung dengan anak-anak ketika mereka mulai mengenal dan mempelajari ajaran Al-Qur’an.
“Peran Bapak dan Ibu bukanlah peran yang kecil. Bapak dan Ibu ikut menentukan bagaimana karakter generasi Kutai Kartanegara dibentuk sejak usia dini,” ujar Sunggono dalam sambutannya.
Ia menyebutkan, kegiatan mengajar yang terlihat sederhana, seperti membimbing anak membaca Al-Qur’an, memperbaiki makhraj huruf, menghafal surah, dan mengajarkan perilaku baik, sesungguhnya menjadi bagian dari proses membangun fondasi kehidupan anak.
Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini, lanjutnya, diharapkan dapat membentuk pribadi yang berakhlak baik ketika anak-anak tersebut tumbuh dewasa dan kelak mengemban berbagai tanggung jawab di tengah masyarakat.
Karena itu, Sunggono mengingatkan bahwa tugas guru mengaji membutuhkan kesabaran, kompetensi, keteladanan, serta komitmen pengabdian yang kuat. Menurutnya, guru tidak hanya menjadi sumber pengetahuan bagi peserta didik, tetapi juga figur yang perilakunya dapat ditiru dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang kita ucapkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dalam perilaku kita sehari-hari,” katanya.
Sunggono menyampaikan, upaya membangun kualitas manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik dan ekonomi daerah. Kukar membutuhkan generasi yang cerdas, terampil, dan mampu menghadapi perubahan zaman, sekaligus memiliki iman yang kuat, akhlak mulia, serta karakter yang baik.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi pelaksanaan sertifikasi guru mengaji yang diikuti 500 peserta dari 16 kecamatan di Kukar. Sebelum mengikuti sertifikasi, para peserta telah menjalani program Tahsin Al-Qur’an selama tiga bulan, yakni April hingga Juni 2026.
Ia berharap proses sertifikasi dan munaqosah menjadi kesempatan bagi para guru mengaji untuk mengevaluasi kemampuan, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta yang telah dinyatakan kompeten pun diminta tetap belajar dan mengembangkan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik.
Lebih lanjut, Sunggono mendorong LPTQ dan BKPAKSI Kukar memperkuat sinergi dalam pembinaan guru mengaji secara berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an membutuhkan kerja sama pemerintah, lembaga pendidikan keagamaan, ulama, guru mengaji, keluarga, dan masyarakat.
Ia berharap penguatan pendidikan Al-Qur’an melalui Gerakan Etam Mengaji dapat semakin memperluas akses anak-anak terhadap pembelajaran yang benar dan berkualitas.
Melalui peran guru mengaji yang terus diperkuat, Pemkab Kukar berharap lahir generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.(Adv)
![]()







