Potretkata, Bontang – RSUD Taman Husada Bontang terus meningkatkan kualitas layanan bagi pasien ginjal dengan menambah dua unit mesin terapi pengganti ginjal pada tahun ini. Dengan tambahan tersebut, total mesin dialisis yang tersedia kini mencapai 21 unit.
Kepala Ruangan Dialisis RSUD Taman Husada, Salawati, S.Kep., NS, menjelaskan bahwa mesin-mesin tersebut telah dibagi sesuai kebutuhan pasien.
“Ada mesin khusus untuk pasien infeksi seperti HIV/AIDS, hepatitis B, dan hepatitis C, serta mesin untuk pasien non-infeksi. Dengan sistem ini, pasien tidak perlu khawatir akan risiko penularan karena alat yang digunakan sudah terpisah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (18/2/2024).
Selain ruang dialisis reguler, rumah sakit juga memiliki fasilitas di ICU bagi pasien yang kondisinya lebih parah. Terdapat dua unit mesin dialisis di ruang tersebut untuk pasien yang memerlukan pengawasan lebih ketat, seperti yang menggunakan alat bantu ventilator.
Untuk pasien dengan penyakit menular lain seperti tuberkulosis (TBC), RSUD juga telah menyediakan ruang isolasi khusus.
“Mesin untuk pasien TBC ditempatkan di ruang tersendiri agar tidak bercampur dengan pasien lain. Setiap pasien wajib menjalani screening sebelum cuci darah untuk memastikan mereka ditempatkan sesuai dengan hasil laboratorium,” jelasnya.
Salawati menekankan bahwa prosedur ini dilakukan demi keselamatan pasien. Oleh karena itu, ia menyebutkan, masyarakat tidak perlu khawatir, karena semua sudah sesuai standar medis. Pasalnya, pasien dengan penyakit menular mendapatkan mesin khusus, sementara pasien reguler menggunakan mesin yang berbeda.
Dengan adanya tambahan mesin ini, RSUD Taman Husada berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efisien bagi pasien ginjal.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar pasien merasa lebih nyaman dan aman saat menjalani terapi,” tutupnya. (Adv/Ira)
![]()







