BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai menyiapkan langkah konkret memperkuat karakter pelajar. Salah satunya dengan merancang aturan ibadah pagi yang akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan kebijakan ini tengah disiapkan sebagai bentuk penguatan mental dan kedisiplinan siswa di sekolah.
“Nanti akan kita tindak lanjuti. Kalau bisa kita dorong sampai jadi perwali,” ucapnya
Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya lewat pembelajaran di kelas. Perlu ada pembiasaan positif yang dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan keagamaan sebelum proses belajar dimulai.
Dalam konsep yang disiapkan, siswa muslim akan diarahkan membaca Al-Qur’an dan melaksanakan salat duha. Sementara siswa non-muslim menyesuaikan dengan kegiatan pendalaman kitab suci masing-masing.
Abdu menegaskan, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya membentengi pelajar dari berbagai pengaruh negatif.
“Ini mungkin terlihat sederhana, tapi menjadi bagian penting untuk menyelamatkan anak-anak kita,” tegasnya.
Langkah ini juga tidak berdiri sendiri. Disdikbud sebelumnya telah mendorong penguatan pengawasan melalui sekolah dan orang tua, menyusul adanya kekhawatiran terhadap pergaulan pelajar.
Dengan adanya regulasi resmi nantinya, program ibadah pagi diharapkan bisa diterapkan secara merata di seluruh sekolah di Bontang.
Tujuannya jelas, membentuk lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kuat dari sisi karakter dan moral.(adv)
![]()







