MAGELANG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan sektor peternakan berbasis teknologi dan inovasi. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah kunjungan kerja ke Cipta Visi Farm di Magelang, Jawa Tengah. Kunjungan ini dipimpin Sekretaris Kabupaten (Seskab) Rizali Hadi, bersama Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso dan Kepala Bidang Kelembagaan UMKM Firman Wahyudi. Mereka menggali wawasan sekaligus peluang dari peternakan modern Cipta Visi Farm.
Cipta Visi Farm merupakan peternakan modern yang dikelola Rayndra Syahdan Mahmudin, seorang petani milenial yang juga CEO Cipta Visi Farm. Rayndra mengembangkan usahanya sejak 2016 dan kini mengelola sekitar 1.300 ekor domba. Domba-domba di Cipta Visi Farm dipelihara dalam kandang panggung dan diberikan pakan fermentasi yang diperkaya konsentrat. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan serta kualitas ternak. Domba-domba ini tidak hanya dijual sebagai sumber daging, tapi juga memenuhi kebutuhan hewan kurban saat Idul Adha, dan keperluan aqiqah.
“Kami berharap ada kerja sama atau pelatihan yang dapat membekali peternak Kutim dalam mengelola usaha berbasis teknologi,” kata Firman Wahyudi, Kepala Bidang Kelembagaan UMKM.
Firman menilai positif cara pengelolaan yang dilakukan Rayndra. Menurutnya, peternakan modern ala Cipta Visi Farm tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tapi juga menciptakan nilai tambah bagi produk lokal.
“Dengan menerapkan inovasi seperti yang dilakukan di Cipta Visi Farm, para peternak di Kutim diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, meningkatkan produksi, dan mendukung kemandirian pangan daerah,” kata Firman.
Senada dengan Firman, Seskab Kutim Rizali juga berkeinginan mengeksplorasi lebih dalam dalam pengelolaan peternakan modern. Salah satu tujuannya, agar dapat mendukung kemandirian pangan di Kutim.
“Kami melihat inovasi peternakan modern ini sebagai langkah yang relevan untuk diaplikasikan di daerah kami. Dengan sistem ini, peternak dapat lebih efisien dan menghasilkan ternak berkualitas tinggi,” ujar Rizali.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Teguh Budi Santoso menyoroti nilai efisiensi dan standar kualitas kesehatan ternak yang diterapkan di Cipta Visi Farm.
“Peternakan modern ini memungkinkan pengelolaan ternak yang lebih optimal, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Konsep ini sangat potensial jika diterapkan di Kutai Timur, khususnya bagi para peternak milenial yang tertarik memulai usaha dengan pendekatan teknologi,” kata Teguh. (*)
![]()







