SANGATTA — Apel pagi di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur baru-baru ini tidak hanya menjadi agenda rutin kedinasan. Di bawah arahan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten Kutim, Noviari Noor, apel tersebut menjadi panggung konsolidasi penting bagi seluruh jajaran ASN, dari tingkat kepala bidang hingga staf pelaksana.
Satu pesan penting yang ditegaskan Noviari adalah kemampuan pemimpin dalam mengartikulasi arah program agar dapat dieksekusi secara berjenjang. “Mulai dari Kabid, JFT hingga staf harus bisa berjenjang dalam bekerja,” ujarnya.
Menurut Noviari, pemahaman terhadap tugas dan fungsi bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagaimana atasan mampu menerjemahkan dan menyampaikan arahan kerja dengan benar. “Semua ASN harus meningkatkan kompetensi, ASN harus mengerti apa yang dikerja dan dikerjakannya. Harus paham, sesuai bidang dan jabatannya,” katanya.
Ia juga menyinggung perlunya memperhatikan proses regenerasi, terutama dalam menghadapi situasi di mana banyak ASN senior mulai memasuki masa pensiun. Persiapan sejak dini melalui peningkatan kompetensi dan pelatihan menjadi krusial.
Dalam apel itu, Noviari mengingatkan agar ASN membiasakan budaya malu sebagai bagian dari etos kerja. “Apel merupakan bagian tugas dari ASN, ini merupakan salah satu budaya malu yang kita terapkan. Kalau tidak disiplin pasti malu,” ucapnya.
Apel pagi tersebut juga diisi dengan pembacaan 10 prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, yang menurut Noviari harus dipahami sebagai prinsip kerja, bukan sekadar bacaan formal. Ia menyebut prinsip-prinsip itu penting untuk membentuk ASN profesional dan berintegritas.
Noviari menutup arahannya dengan ajakan agar seluruh ASN mengikuti uji kompetensi, serta terus bekerja dalam kerangka aturan. “Jadi bagian dari tugas sejatinya sebagai ASN sesuai koridor aturan yang ditaati dan tidak boleh keluar, harus on the track,” tegasnya.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()






