Potretkata.co, Bontang – Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla Padang, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kota Bontang, khususnya BPBD dan DPUPRK, terkait lambannya penanganan longsor di RT 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Kamis (15/1/2026).
Menurut Joni, peristiwa tersebut mencerminkan belum siapnya pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi darurat. Warga terdampak harus menunggu cukup lama sebelum alat berat diterjunkan untuk menahan aliran air bercampur lumpur dari lokasi longsoran.
“Saya turun langsung begitu mendapat kabar. Saya hubungi BPBD dan DPUPRK, bahkan sampai sekitar 20 kali saya telepon, tapi tidak ada yang mengangkat,” ungkapnya saat mengunjungi area longsor di Kanaan tersebut, Senin (19/1/2026).
Karena penanganan tak kunjung datang, Joni mengaku terpaksa mengambil langkah cepat dengan membantu warga secara langsung. Ia bahkan merogoh kantong pribadinya untuk membeli kebutuhan dasar guna membersihkan lumpur yang masuk ke rumah-rumah warga.
“Sambil menunggu pemerintah, masa warga dibiarkan? Saya bantu semampunya, termasuk pakai uang pribadi untuk keperluan pembersihan lumpur di rumah warga,” ujarnya.
Ia menegaskan alasan keterbatasan anggaran tidak bisa dijadikan dalih dalam kondisi bencana. Menurutnya, keselamatan dan kenyamanan warga harus menjadi prioritas utama pemerintah.
Dirinya juga mengingatkan bahwa penanganan longsor seharusnya dilakukan menyeluruh, terutama di bagian hulu, agar material lumpur tidak kembali turun saat hujan.
“Kalau hulunya tidak ditangani, lumpur pasti turun lagi. Ini harus dikerjakan cepat, tidak bisa ditunda,” tegasnya. (Rae)
![]()







