Samarinda – Kondisi perekonomian warga Kota Tepian belakangan menunjukkan tanda-tanda melemah. Lesunya daya beli masyarakat menjadi sorotan serius dari DPRD Kota Samarinda, yang mendesak agar pemerintah kota segera mengambil langkah konkret demi meredam dampak yang meluas.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menyampaikan kekhawatiran terhadap menurunnya aktivitas konsumsi masyarakat yang dinilai sebagai sinyal awal perlambatan ekonomi di tingkat lokal.
“Pemerintah tidak bisa mengabaikan sinyal-sinyal pelemahan ekonomi yang mulai tampak di lapangan. Strategi penanganannya harus komprehensif,” ujar Iswandi saat ditemui, Kamis (3/7/2025).
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, situasi ini tak boleh dianggap enteng. Ia menekankan perlunya intervensi dari Pemkot, terutama dengan mengedepankan program pemberdayaan pelaku UMKM dan pembukaan peluang kerja baru sebagai solusi jangka menengah dan panjang.
“Jangan tunggu sampai masalah makin meluas. Langkah konkret seperti dukungan usaha kecil dan penguatan program perlindungan sosial harus segera dijalankan,” tambahnya.
Iswandi juga menautkan penurunan daya beli dengan kenaikan angka pengangguran dan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) di Samarinda. Menurutnya, hal ini memperlihatkan bahwa tekanan ekonomi tidak hanya berdampak pada rumah tangga, tetapi juga sektor usaha lokal.
“Begitu pendapatan masyarakat menurun, arus belanja ikut terganggu. Akibatnya, pasar menjadi lesu karena suplai dan permintaan tidak lagi seimbang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun gejolak ekonomi global turut mempengaruhi situasi saat ini, pemerintah daerah tak bisa lepas tangan. Respons cepat dan kebijakan antisipatif dinilai penting untuk menekan dampak yang lebih luas di masyarakat.
“Kita tidak bisa menutup mata. Krisis global memang besar, tapi dampaknya nyata di sini. Maka pemerintah harus lebih antisipatif sebelum kondisi makin berat,” tutup Iswandi.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





