Potretkata.co, Bontang — Kodim 0908/Bontang memimpin langsung kegiatan kerja bakti TNI pascabencana banjir dan tanah longsor di RT 01 Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud respons cepat TNI dalam membantu warga yang rumahnya terdampak material lumpur dan pasir akibat longsor.
Kerja bakti tersebut melibatkan personel Kodim 0908/Bontang bersama Batalyon Arhanud 7/ABC, serta mendapat dukungan lintas sektor dari pemerintah daerah. Sejumlah rumah warga dilaporkan tertimbun pasir dan lumpur, bahkan mengalami kerusakan pada lantai serta pondasi akibat banjir yang dipicu hujan deras dan aliran material dari bekas tambang pasir di wilayah atas permukiman.
Danramil 01/Loktuan Kodim 0908/Bontang, Kapten Arhanud Jhon Bay, mengatakan kehadiran TNI merupakan bagian dari tugas kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan pascabencana.

“Inti kegiatan hari ini adalah kerja bakti. Kami hadir membantu warga membersihkan rumah dari lumpur, melakukan pengurukan, hingga pengecoran lantai agar rumah bisa segera ditempati kembali,” ujarnya.

Selain pembersihan rumah, kegiatan juga difokuskan pada penanganan darurat di titik rawan longsor. Kapten Jhon Bay mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, terkait penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
“Ketua DPRD meminta agar kami melakukan koordinasi lintas sektor agar penanganan tidak parsial dan bisa berjalan cepat serta berkelanjutan,” jelasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kodim 0908/Bontang kemudian berkoordinasi dengan Dinas PUPR, BPBD Kota Bontang, pemerintah kelurahan dan kecamatan, pemilik lahan tambang pasir, serta DPRD Kota Bontang untuk penanganan lanjutan di area atas permukiman yang dinilai rawan longsor.
Dalam kesempatan tersebut, Kapten Jhon Bay juga menyampaikan apresiasi kepada anggota DPRD Kota Bontang, Joni Alla Padang, yang memberikan dukungan nyata di lapangan. Bantuan tersebut meliputi karung berkapasitas satu ton untuk pembuatan tanggul sementara, minyak operasional alat berat ekskavator, serta biaya operasional bagi operator ekskavator yang bekerja dalam penanganan longsor.
“Bantuan ini sangat membantu penanganan darurat, khususnya dalam mempercepat pembuatan tanggul sementara dan pembersihan material longsor. Kami juga mengapresiasi pemerintah daerah, kelurahan, kecamatan, dan BPBD yang bergerak cepat bersama TNI,” ungkapnya.
Tak hanya itu, penanganan pascabencana juga diperkuat dengan bantuan material semen, serta pelibatan personel dari kelurahan dan kecamatan untuk membantu kerja bakti bersama warga dan TNI. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan lingkungan dan rumah warga terdampak.
Sementara itu, Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Letkol Arhanud Bayu Adiwisuda, menyampaikan pihaknya mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu kegiatan fisik, mulai dari evakuasi pasir di dalam rumah warga hingga penguatan bangunan.
“Kami melakukan pengecoran lantai untuk meninggikan rumah warga dan membantu penguatan pondasi agar lebih tahan terhadap tekanan longsor,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Kodim 0908/Bontang, satuan TNI, DPRD, BPBD, serta pemerintah kelurahan dan kecamatan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus meminimalkan risiko kejadian serupa di masa mendatang. (Rae)
![]()







