Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menunjukkan kinerja keuangan daerah yang solid dan terukur sepanjang Tahun Anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
Pendapatan daerah yang ditargetkan dalam perubahan APBD 2025 sebesar Rp2,890 triliun, berhasil direalisasikan sebesar Rp2,846 triliun atau mencapai 98,47 persen. Capaian ini mencerminkan optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang dikelola secara efektif.
Sementara itu, untuk belanja daerah tercatat terealisasi sebesar Rp2,951 triliun. Anggaran tersebut difokuskan pada penguatan infrastruktur serta peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Namun, kekuatan pembangunan Bontang tidak hanya tercermin dari angka-angka makro. Berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah daerah terbukti memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Seperti di sektor pendidikan, ada ribuan siswa menerima bantuan perlengkapan sekolah guna menunjang proses belajar. Selain itu, ratusan tenaga pendidik juga mendapatkan dukungan perangkat teknologi. Transformasi digital di dunia pendidikan semakin dipercepat melalui distribusi papan tulis pintar dan tablet ke sekolah-sekolah,” jelasnya. Senin (30/3/2026).
Terlebih lagi di sektor kesehatan, Pemkot Bontang berhasil mencapai cakupan Universal Health Coverage (UHC) hingga 100 persen, yang memastikan seluruh masyarakat telah memperoleh akses layanan kesehatan.
Upaya peningkatan kualitas kesehatan juga diperkuat melalui program “Gercep Zero Stunting” yang menyasar keluarga berisiko, balita, hingga remaja putri.
“Capaian tersebut menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terukur secara statistik, tetapi juga dirasakan secara nyata oleh masyarakat luas,” tutupnya.
![]()







