Potretkata.co, BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mengakselerasi pembangunan di berbagai sektor, sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam rangkaian pemaparan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Untuk di sektor infrastruktur, pembangunan terus digencarkan melalui program penerangan jalan, perluasan jaringan gas rumah tangga, hingga peningkatan akses air bersih dan sanitasi.
Selain itu, dalam penataan kawasan kota serta rehabilitasi rumah tidak layak huni juga menjadi prioritas, guna menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak dan nyaman.
Pada bidang ekonomi kerakyatan, dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diwujudkan melalui program Kredit Bontang Kreatif tanpa bunga. Pemerintah juga memperkuat gerakan ekonomi berbasis lingkungan dengan membina, ratusan bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah.
“Program sosial dan kesejahteraan masyarakat turut diperluas, mulai dari peningkatan insentif bagi penggiat agama hingga perlindungan jaminan sosial untuk para pengurus RT. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial di tingkat masyarakat,” paparnya.
Tak hanya itu, daya saing di ekonomi lokal juga harus terus ditingkatkan melalui pembinaan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata. Pengembangan destinasi wisata bahari seperti Bontang Kuala dan Pulau Beras Basah menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal.
“Seluruh capaian tersebut diperkuat dengan dukungan terhadap Program Strategis Nasional. Kota Bontang bahkan telah mencapai status Zero Kemiskinan Ekstrem, serta mengoperasikan belasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis,” jelasnya.
Sehingga berbagai upaya seperti penguatan ketahanan pangan, pengembangan koperasi, hingga penyediaan lahan untuk program nasional, terus diakselerasi guna memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bontang.
![]()







