SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan harus dimulai dari kearsipan. Pesan itu digaungkan dalam kegiatan Sosialisasi Kearsipan dan Pemberian Penghargaan Kinerja Kearsipan Perangkat Daerah serta Penggunaan Aplikasi SRIKANDI yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutim di Ruang Meranti Sekretariat Kabupaten.
Direktur Kearsipan Daerah 1 Arsip Nasional RI (ANRI), Irwanto Eko Saputro, tampil sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa kearsipan merupakan instrumen krusial dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berkeadaban. “Kearsipan sering dianggap pekerjaan belakang layar. Padahal, justru dari sanalah kejelasan, keterbukaan, dan tanggung jawab publik berawal. Dengan Aplikasi SRIKANDI, semua proses arsip bisa lebih mudah, aman, dan terintegrasi,” ujarnya.
Kepala Dispusip Kutim Ayub menambahkan bahwa arsip merupakan jantung dari tertib administrasi. “Kearsipan kadang dianaktirikan, padahal ia menyimpan napas panjang sejarah. Bila arsip tertata, maka wajah pemerintahan pun akan lebih jernih terlihat. Arsip bukan hanya dokumen, tapi juga identitas dan ingatan kita bersama,” ungkapnya.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 peserta dari perangkat daerah, organisasi masyarakat hingga sektor swasta ini membahas pentingnya membangun budaya arsip yang disiplin. Peserta diajak memahami bahwa keteraturan dokumentasi langsung berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Salah satu peserta, Yuliana dari Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, mengatakan kegiatan ini membuka wawasan baru. “Saya baru benar-benar paham bahwa arsip itu bukan pekerjaan sepele. Ia justru fondasi dari tertib administrasi. Dengan SRIKANDI, kami bisa lebih cepat dan rapi dalam pengelolaan dokumen pemerintahan,” jelasnya.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting Kutim untuk menata ulang sistem dokumentasi pemerintahan. Arsip yang terawat dipandang sebagai fondasi integritas dan akuntabilitas, bukan sekadar tumpukan dokumen.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()






