Potretkata, Bontang – Diet untuk menurunkan berat badan kerap dilakukan banyak orang, namun tidak sedikit yang justru salah langkah. Nutrisionis RSUD Taman Husada, Anik Budiany, S.Gz, memperingatkan agar masyarakat tidak asal mengurangi makan atau mengikuti tren diet tanpa memahami kebutuhan gizi masing-masing.
“Sering kali saya temui pasien yang datang karena mengalami gangguan kesehatan akibat diet ekstrem, seperti hanya makan satu jenis makanan tertentu atau sama sekali menghilangkan karbohidrat. Ini berbahaya,” kata Any, Kamis (6/03/2025).
Ia menjelaskan bahwa tubuh tetap memerlukan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral meskipun sedang diet. Menghilangkan salah satu zat gizi utama justru bisa memperlambat metabolisme dan menyebabkan masalah kesehatan seperti lemas, rambut rontok, hingga gangguan hormon.
Sebagai gantinya, Any menyarankan pola makan yang seimbang. Jika ingin mengurangi nasi putih, masyarakat bisa menggantinya dengan karbohidrat kompleks seperti kentang, ubi, labu, atau nasi merah.
“Nasi merah memiliki kandungan gula lebih rendah dan serat lebih tinggi, sehingga bisa membuat kenyang lebih lama,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsultasi ke ahli gizi atau nutrisionis sebelum memulai diet tertentu. Dengan begitu, rencana makan bisa disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan kalori harian.
“Jangan sembarangan mengikuti tren diet di media sosial. Setiap orang memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, tergantung usia, aktivitas, dan kondisi medisnya,” lanjutnya.
Menurutnya, diet yang baik bukan hanya soal mengurangi makan, tetapi mengatur pola makan yang sehat dan berkelanjutan.
“Diet sehat itu menjaga keseimbangan gizi, bukan kelaparan,” tegasnya. (Adv/Ira)
![]()







