BONTANG – Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bontang menjadi alternatif bagi siswa yang mengalami trauma akibat perundungan (bullying) hingga putus sekolah.
Lembaga ini tak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan lingkungan belajar yang lebih fleksibel dan minim tekanan.
Plt Kepala SKB Bontang, Hairul Saleh, mengatakan sebagian warga belajar yang datang memiliki latar belakang pengalaman kurang menyenangkan di sekolah sebelumnya.
Mulai dari korban bullying hingga siswa yang merasa tidak cocok dengan sistem pendidikan formal.
“Kami sering menerima siswa yang sudah tidak mau sekolah karena dibully atau tertekan. Di sini kami terima tanpa melihat latar belakangnya,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan di SKB Bontang tidak hanya sebatas proses belajar mengajar, tetapi juga pendampingan secara psikologis.
Para pendidik berperan sebagai mentor yang membantu siswa membangun kembali rasa percaya diri.
Dengan suasana yang lebih kekeluargaan, siswa yang sebelumnya tertutup perlahan mulai berani berinteraksi dan kembali semangat belajar.
Hairul menegaskan, SKB Bontang ingin menjadi tempat aman bagi siswa untuk memulai kembali pendidikan mereka tanpa tekanan.
“Kami ingin mereka merasa nyaman dulu. Kalau mentalnya sudah pulih, biasanya semangat belajarnya ikut tumbuh dengan sendirinya,” pungkasnya.(adv)
![]()







