Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa keberadaan sekolah unggulan atau berstandar internasional di Samarinda bukanlah bentuk perlakuan istimewa terhadap satuan pendidikan tertentu. Ia menilai, justru setiap daerah perlu memiliki sekolah percontohan sebagai tolok ukur kualitas dan pusat inovasi pendidikan.
“Kalau saya melihat, keberadaan sekolah seperti SMP 16 bukan bentuk menganakemaskan, tapi bagian dari kebutuhan. Daerah memang perlu punya sekolah unggulan, sekolah percontohan,” ujarnya.
Ismail menjelaskan, SMP 16 saat ini menjadi salah satu contoh sekolah terpadu yang menaungi jenjang SD dan SMP, serta menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi untuk jenjang SMA.
Menurutnya, sekolah unggulan seperti ini sangat penting sebagai langkah awal dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan di wilayah lainnya.
“Kalau belum bisa semua, paling tidak ada satu yang kita bangun dulu. Tapi tidak berhenti di sana. Targetnya, tiap kecamatan bisa punya minimal satu sekolah unggulan,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi ketimpangan akses atau praktik suap dalam penerimaan siswa di sekolah unggulan, Ismail menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan dan pengawasan yang ketat.
“Masuk di sana tetap melalui tes. Jadi seleksinya berdasarkan kompetensi dan kemampuan siswa. Bukan karena titipan atau faktor lain. Yang penting sekarang pengawasan dari kita semua harus diperkuat,” tegasnya.
Ia memastikan DPRD bersama Pemerintah Kota akan terus mengawal proses rekrutmen siswa di sekolah unggulan agar tetap objektif dan berintegritas.
“Target kita jelas, siswa yang diterima di sekolah unggulan itu harus benar-benar unggulan daerah. Bukan karena kedekatan atau tekanan. Karena itu, pengawasan harus berjalan dari semua lini,” tambahnya.
Ismail juga berharap keberadaan sekolah unggulan dapat menjadi pusat pengembangan kualitas pendidikan yang menular ke sekolah-sekolah lainnya. Ia menilai, inovasi dan standar tinggi dari sekolah percontohan bisa menjadi acuan peningkatan mutu pendidikan di seluruh Samarinda.
“Kalau sudah berhasil, kita harapkan kualitasnya bisa menyebar. Jadi bukan hanya SMP 16 saja yang maju, tapi sekolah-sekolah lain di kecamatan lain juga ikut berkembang,” tutupnya.(ADV/DPRDSMR/GB)
![]()





