Samarinda – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti kematian masal kerang dara yang mengakibatkan kerugian miliaran bagi nelayan, yang diduga disebabkan oleh aktivitas pengeboran minyak PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Ketua Bidang Jaringan Politik DPD GMNI Kaltim, Yohanis G. Purnomo, menegaskan bahwa pemerintah harus mengusut tuntas kasus kematian masal kerang dara yang diduga akibat aktivitas PT PHSS, karena hal ini sangat merugikan para pembudidaya.
“Kasus ini harus diusut tuntas karena ada dugaan bahwa kematian masal kerang dara ini disebabkan oleh kelalaian dalam pengolahan limbah pengeboran PT PHSS di Desa Tanjung Limau, yang berdampak pada mata pencarian masyarakat,” ungkap Yohanis.
Kematian kerang dara dapat berpotensi menjadi ancaman bagi warga di Muara Badak, mengingat kerang-kerang tersebut merupakan sumber mata pencarian bagi nelayan setempat.
Yohanis juga menyebutkan bahwa saat ini sudah dilakukan proses mediasi antara PT PHSS dan masyarakat pembudidaya kerang, namun hingga saat ini belum ada hasil yang memuaskan.
“Informasinya, masyarakat pembudidaya kerang di Muara Badak akan melakukan aksi demonstrasi di kantor PT PHSS. Di sini kami mendesak pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus ini,” tegasnya.
Pemerintah diharapkan untuk mengusut tuntas dan melaporkannya secara transparan kepada masyarakat, serta memastikan bahwa lingkungan tempat masyarakat menggantungkan hidupnya tidak boleh dicemari lagi oleh siapapun, termasuk PT PHSS.
![]()





