Potretkata.co,BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang memastikan tiga jenis sayuran yang diambil dari Kelompok Tani Karya Bersama, Kecamatan Bontang Utara, aman dikonsumsi.
Kepastian itu diperoleh setelah Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang melakukan monitoring dan pengawasan mutu serta keamanan pangan pada Kamis (30/7/2026).
Tiga bahan pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang diambil sebagai sampel yakni terong lalap, pare dan gambas. Seluruh sampel kemudian menjalani uji cepat atau rapid test untuk mendeteksi kandungan residu pestisida.
Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan ketiga sampel tersebut negatif pestisida.
“Dari hasil uji, ketiga sampel dinyatakan negatif pestisida. Artinya, bahan pangan segar asal tumbuhan tersebut aman dan layak untuk dikonsumsi,” ujar Ahmad.
Menurutnya, monitoring dan pengawasan seperti ini penting dilakukan untuk memastikan bahan pangan yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memenuhi aspek keamanan pangan.
Penggunaan pestisida dalam kegiatan pertanian memang diperlukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Namun, penggunaannya harus sesuai ketentuan agar tidak meninggalkan residu berbahaya pada hasil pertanian.
Karena itu, DKP3 Bontang terus melakukan pengawasan terhadap bahan pangan segar, termasuk melalui pengambilan sampel dan pengujian di lapangan.
“Pengawasan keamanan pangan akan terus kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat terhadap bahan pangan yang dikonsumsi,” katanya.
Pengujian kali ini dilakukan terhadap hasil pertanian Kelompok Tani Karya Bersama di Kecamatan Bontang Utara. Hasil negatif pada seluruh sampel menjadi indikator bahwa tiga komoditas yang diuji memenuhi aspek keamanan dari sisi residu pestisida berdasarkan metode rapid test yang digunakan.
DKP3 Bontang juga mengajak pelaku usaha tani untuk tetap memperhatikan penggunaan pestisida sesuai dosis dan aturan yang berlaku.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan pangan, mulai dari proses produksi sampai pangan tersebut dikonsumsi masyarakat,” pungkas Ahmad.
![]()







