BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kini mengusulkan perbaikan infrastruktur sekolah dengan mengacu pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Melalui sistem ini, Pemerintah Pusat dapat memantau langsung kondisi bangunan sekolah tanpa pengajuan manual dari daerah.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Nuryadi Bachtiar, mengatakan bahwa akurasi data yang diinput oleh masing-masing satuan pendidikan menjadi penentu utama dalam proses penyaluran bantuan revitalisasi.
“Sekarang tidak ada lagi pengajuan manual. Semua berbasis Dapodik. Pusat yang melihat langsung kondisi sekolah berdasarkan data yang diinput,” ujarnya.
Menurutnya, sistem tersebut akan memverifikasi berbagai aspek, mulai dari jumlah guru, jumlah ruang kelas, hingga tingkat kerusakan bangunan. Data tersebut kemudian menjadi dasar penilaian bagi pemerintah pusat untuk menentukan sekolah yang berhak menerima bantuan.
Ia menjelaskan, prioritas utama bantuan saat ini diberikan kepada sekolah dengan kategori kerusakan berat.
“Biasanya yang diprioritaskan itu kerusakan di atas 50 persen. Dari situ pusat akan menilai dan meminta kami melengkapi dokumen pendukung seperti RAB dan sertifikat tanah,” jelasnya.
Sejumlah sekolah di Bontang sebelumnya telah mendapatkan manfaat dari skema tersebut. Di antaranya revitalisasi bangunan di SMP Negeri 7, serta perbaikan fasilitas sanitasi di SD 004 dan SD 001 Bontang Selatan.
Meski penentuan penerima bantuan berada di pemerintah pusat, Disdikbud Bontang tetap memiliki peran penting dalam proses lanjutan. Setelah data sekolah terpantau dalam sistem, pihak dinas akan melakukan verifikasi lapangan dan menyiapkan perencanaan teknis.
“Kalau sudah masuk radar pusat, kami turun untuk dokumentasi dan menyusun perencanaan. Jadi sudah ada juknis dari pusat, bukan lagi perencanaan bebas seperti dulu,” tambahnya.
Nuryadi menegaskan, sistem berbasis data ini diharapkan mampu membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan transparan.
“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana sekolah menginput data dengan benar. Karena dari situlah pusat menentukan prioritas bantuan,” pungkasnya.(adv)
![]()







