Potretkata.co, Bontang – Transformasi digital turut mewarnai pelaksanaan uji kompetensi ASN di Kota Bontang. Pemerintah daerah mulai memanfaatkan sistem berbasis komputer dan integrasi data untuk mempercepat sekaligus meningkatkan objektivitas proses asesmen.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan bahwa metode penilaian tidak lagi sepenuhnya manual. Selain assessment center konvensional, kini digunakan Computer Assisted Competency Test (CACT) yang memungkinkan pengukuran kompetensi dilakukan secara lebih efisien dan akurat.
Pelaksanaan asesmen tetap mengacu pada Peraturan BKN Nomor 26 Tahun 2019 yang mengatur metode dan standar penilaian kompetensi ASN.
“Regulasi ini memberikan ruang pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari modernisasi manajemen pegawai,” ucapnga, Minggu (1/3/2026).
Melalui sistem digital, hasil asesmen dapat terdokumentasi secara otomatis dan terintegrasi dalam basis data nasional milik Badan Kepegawaian Negara. Integrasi ini memudahkan pemantauan rekam jejak kompetensi ASN serta memperkuat akuntabilitas pengambilan keputusan.
Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga meminimalkan potensi subjektivitas. Setiap hasil tes terekam secara sistem dan dapat ditelusuri kembali apabila dibutuhkan dalam proses evaluasi.
“Modernisasi asesmen menjadi bagian dari reformasi birokrasi. Kita ingin manajemen ASN berbasis teknologi, data, dan transparansi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan pemanfaatan sistem digital yang semakin optimal, pengelolaan karier ASN di Kota Bontang semakin profesional, adaptif, dan selaras dengan arah transformasi birokrasi nasional. (Rae)
![]()







