Sangatta – Program Corporate Social Responsibility (CSR) perlu direncanakan secara matang, supaya dampaknya positif dan berkelanjutan. Melalui berbagai inovasi, PT Pertamina EP Sangatta Field tak hanya memberdayakan masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Paradigma CSR yang komprehensif sejalan dengan kebijakan untuk menjaga prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Manager Sangatta Field Cahyo Nugroho, menegaskan perlunya mengembangkan program CSR yang didahului deengan pemetaan sosial di sekitar wilayah operasi. Dengan cara demikian terlihat potensi dan kebutuhan pengembangannya. “Kami memastikan bahwa program yang kami jalankan selaras dengan kebutuhan dan potensi lokal, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Salah satu program yang dimaksud oleh Cahyo adalah Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (Prolekta). Digulirkan mulai tahun 2021, Prolekta telah mampu berinovasi mencapai banyak hal.
Prolekta melihat potensi hutan Sangatta yang menurun kualitasnya dan potensi budi daya lebah kelulut oleh masyarakat. Memliih menitikberatkan pada budi daya lebah kelulut ini mendorong inovasi terhadap habitat dan hasil budi daya.
Pada akhirnya perbaikan lingkungan melalui penanaman pohon, bank sampah, pembenahan infrastruktur, serta tindakan menjaga koloni lebah menjadikan masyarakat lebih berkesadaran lignkungan.
Sementara itu inovasi juga dilakukan ketika melihat hasil dari aktifitas sebelumnya. Hutan dan budidaya kelulut mampu mendorong pengembahan eduwisata. Di samping itu produk-produk yang dihasilkan dari madu yang dihasilkan menambah inovasi.
Demikian juga bank sampah yang dibentuk mampu menangani persoalan sampah sekaligus menambah nilai guna melalui berbagai asap cair dari limbah propolis dan pembuatan media tanam.
Elis Fauziyah, Head of Communication Relations & CID Zona 9, menyatakan bahwa program ini mempunyai dampak sangat signifikan bagi lingkungan. Menurut Elis Prolekta menyumbang pengurangan emisi karbon hingga 0,15172 ton CO2 setiap tahun, sementara bank sampahnya mampu mengolah 100 kilogram sampah plastik menjadi media tanam.
![]()






