KALIORANG — Talenta-talenta muda Kutai Timur mulai menunjukkan taringnya di arena panjat tebing. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kalimantan Timur 2025 yang digelar di Venue Bukit Pelangi, para atlet belia dari Kutim tampil menonjol, membawa semangat baru bagi dunia olahraga ekstrem di daerah.
Ajang ini menjadi babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Paser 2026. Sebagai tuan rumah, Kutim menurunkan 21 atlet, terdiri dari 18 peserta untuk kualifikasi Porprov dan 3 atlet di ajang Kejurprov murni. Mereka berhadapan dengan ratusan pemanjat dari kabupaten dan kota lain se-Kaltim.
Ketua Panitia sekaligus Ketua FPTI Kutim, Aji Fahreza Hakim, menegaskan kesiapan kontingen lokal sejak awal. Ia menaruh harapan besar pada capaian para atlet tuan rumah. “Kami berharap kontingen Kutim bisa meraih hasil maksimal dan memperoleh juara umum,” ucap Reza.
Dari jajaran atlet yang bertanding, sejumlah nama muda mencuri perhatian. Salah satunya Fanisa Zahra, siswi SMPN 3 Sangatta Utara. Ia adalah peraih juara II kategori Speed WR di Balikpapan 2025. Fanisa hadir dengan kepercayaan diri tinggi untuk mempertahankan performanya di rumah sendiri.
Ada pula Josi Aji Prasetyo, atlet spesialis Speed WR Mix, yang pernah mengibarkan nama Kutim lewat raihan juara III tingkat nasional di Jambi tahun 2022. Ia mengaku optimis Kutim punya peluang besar membawa pulang gelar juara umum.
Dari kategori putri lainnya, muncul nama Khariss Tessa Valery Sofia. Siswi SMPN 1 Sangatta Utara ini menyatakan tekadnya untuk menembus skuad Porprov 2026. “Walaupun masih muda, saya ingin membuktikan semangat juang untuk membawa Kutim juara umum,” ujarnya.
Melalui performa atlet-atlet muda yang telah teruji, Kutim tidak hanya tampil sebagai tuan rumah, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai lumbung bibit panjat tebing potensial di Kalimantan Timur. Dukungan penuh dari daerah terhadap pembinaan olahraga usia dini tampak membuahkan hasil dalam arena kompetitif semacam ini.* (ADV/ProkopimKutim/PK)
![]()







