SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) akan terus menyelaraskan kebijakan perlindungan dan pendidikan anak dengan aspirasi yang disampaikan melalui Forum Anak Kutim. Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain pemerataan transportasi sekolah di pelosok, jaringan internet aman, hingga pelibatan anak dalam Musrenbang daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Idham Chalid, dalam rangkaian Talkshow “Sekolah Seru Mimpiku Melaju #AmandiSekolah” pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Ruang Akasia, GSG Bukit Pelangi.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim untuk menjamin hak dasar anak melalui program pendidikan dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Salah satu program utama yang dijalankan adalah Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut mencakup layanan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK).
Pemkab Kutim juga memastikan akses PAUD tersedia hingga tingkat desa. Saat ini seluruh desa di Kutim telah memiliki PAUD.
“Kami membaca dan menelaah betul apa yang menjadi aspirasi anak-anak kita. Pemerintah punya kewajiban untuk memfasilitasi. Alhamdulillah, saat ini di seluruh desa se-Kabupaten Kutai Timur sudah berdiri PAUD,” pukas Bupati Ardiansyah.
Peningkatan kualitas tenaga pendidik turut dilakukan melalui beasiswa S1 PAUD bagi lebih dari 400 guru PAUD desa. Program yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut dijadwalkan menghasilkan kelulusan perdana pada Agustus 2026.
Untuk mengurangi hambatan ekonomi, pemerintah juga menyediakan bantuan perlengkapan sekolah gratis berupa pakaian, sepatu, tas, buku, dan perlengkapan belajar.
“Kita berikan pakaian, sepatu, buku, hingga tas sekolah gratis. Supaya para orang tua tidak ada alasan lagi untuk tidak menyekolahkan anaknya karena kendala biaya perlengkapan. Tidak boleh ada anak di Kutai Timur yang tidak mengenyam pendidikan,” tegas Bupati.
Selain pendidikan, Pemkab Kutim mulai menyiapkan RTH ramah anak dan keluarga di seluruh kecamatan secara bertahap. Ruang publik tersebut diarahkan menjadi tempat interaksi yang aman dan sehat.
Melalui rangkaian kebijakan tersebut, Pemkab Kutim menargetkan terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju masa depan daerah yang lebih sejahtera.(adv)
![]()







